Jakarta – Spanyol, negara dengan turis terbanyak setelah Prancis, akan memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) penginapan mulai 1 Desember 2026. Peraturan ini ditetapkan di bawah dekrit perumahan yang dikeluarkan di tengah kedatangan turis mencapai rekor di negara tersebut. Sebelumnya, akomodasi wisata tidak dikenakan PPN.
Melansir VnExpress, Rabu (14/10/2026), Dekrit tertanggal 8 Oktober itu juga memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah di wilayah yang ditetapkan mengalami tekanan perumahan untuk menaikkan pajak properti yang digunakan sebagai penginapan wisata.
BACA JUGA:Pungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Mulai Berlaku, Libatkan 6 Issuer
BACA JUGA:Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp 57,23 Triliun hingga Agustus 2026
Pajak properti tahunan yang dikenal sebagai Impuesto sobre Bienes Inmuebles (IBI) dapat dinaikkan sebesar 50% untuk properti yang disewakan kepada wisatawan.
Pungutan tambahan tersebut dapat meningkat hingga 100% bagi pemilik yang memiliki dua atau lebih properti untuk disewakan kepada wisatawan. Serta mencapai 150% bagi mereka yang memiliki sedikitnya empat properti.
Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keterjangkauan harga hunian di Spanyol, negara yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama perekonomian.
Krisis perumahan di Spanyol tak lagi menjadi isu yang asing, diakibatkan tekanan pariwisata, maraknya penyewaan jangka pendek dan kurangnya pasokan perumahan.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2026/01/06/861433562.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5338950/original/087987100_1756992405-1000075142.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002630/original/007588900_1731407780-22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)