Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan, peserta program Magang Nasional tidak bisa dan tidak boleh menggantikan peran pekerja reguler. Regulasi pemagangan dibuat sangat ketat sehingga posisi peserta magang tidak dapat disetarakan dengan karyawan tetap.
Menaker memahami adanya kekhawatiran dari sejumlah pihak terkait potensi perusahaan yang mengganti pegawainya dengan tenaga magang. Padahal, pemerintah merancang program ini khusus untuk memberi pemahaman dan pengalaman dunia kerja bagi para lulusan baru (fresh graduate).
BACA JUGA:Magang Nasional Batch 3 Khusus Perusahaan Swasta, Buka Oktober
BACA JUGA:Menaker Sebut 50% Peserta MagangHub di Industri Langsung Diterima Kerja
BACA JUGA:Siapkan 63 Ribu Kuota, Magang Nasional Batch III Buka November
Ada kekhawatiran, saya juga dapat masukan, \’Ini program magang nanti menggantikan pekerja.\’ Kita berharap yang pertama, lewat magang ini mereka bisa belajar, dan perusahaan tentu juga mendapatkan manfaat,” ujar Yassierli di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Yassierli kembali membantah anggapan bahwa pekerja bakal terancam digantikan peserta magang. Salah satu alasannya, durasi pemagangan dibatasi hanya enam bulan. Menurutnya, justru akan menyulitkan perusahaan jika terus-menerus mengandalkan tenaga magang.
Ada yang bilang ke saya, \’Pak Menteri, nanti pekerja yang ada dipecat.\’ Magang ini kan tidak berlanjut terus, hanya 6 bulan mereka dilatih. Kalau tidak direkrut, belum tentu ada lagi penggantinya. Jadi kalau perusahaan mengandalkan magang, ada ketidakpastian. Lagipula, setiap 6 bulan sekali mereka harus mengajari orang baru lagi,” jelasnya.
Menaker kembali menekankan adanya batasan tegas bagi peserta magang di tempat kerja. Kami melihat hal itu tidak memungkinkan. Jika perusahaan berniat menggantikan posisi pekerja yang ada, aturannya sangat ketat. Jam kerja peserta magang tidak boleh berlebihan, tutur Yassierli.
Tidak boleh ada shift malam, tidak boleh mengerjakan pekerjaan tertentu, dan seterusnya akan kami pantau. Lewat monitoring, evaluasi, dan peninjauan lapangan, kami memastikan skema magang ini murni untuk peningkatan kompetensi, tambahnya.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2026/05/07/612874713.jpg)
/2026/05/31/1057979073.jpg)
/2026/06/01/2110586163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)