Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memaparkan dampak berganda (multiplier effect) dari program gentengisasi yang diinisiasi atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Dia menuturkan, kebijakan tersebut bukan hanya soal mengganti atap rumah rakyat, tetapi juga menggerakkan UMKM, tenaga kerja, hingga sektor pembiayaan.
Ara mencontohkan tiga pengusaha genteng yang masing-masing mempekerjakan 100, 150, hingga 200 pekerja. Namun, kapasitas produksi tahunan mereka, berkisar antara 300 ribu hingga 500 ribu genteng, hal ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan satu pengembang saja.
BACA JUGA:Program Gentengisasi, UMKM Majalengka Siap Penuhi Kebutuhan Nasional
BACA JUGA:Menteri Ara Genjot Gentengisasi, UMKM Majalengka Siap Pasok Proyek Perumahan
BACA JUGA:Penataan Kawasan Kumuh Menteng Tenggulun Dipastikan Tanpa Gusur Warga
Untuk satu rumah butuh sekitar 480 genteng. Kalau ada 6.000 rumah, berarti perlu sekitar 2,9 juta genteng. Produksi sekarang belum cukup. Artinya apa? Harus tambah tenaga kerja,” ujar Ara di Briliian Club, Jumat (27/2/2026).
Menurut dia, lonjakan permintaan dari proyek perumahan otomatis mendorong peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja baru di sentra-sentra UMKM genteng.
Tak hanya industri kecil, sektor pembiayaan juga ikut terdorong. Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui KUR, sehingga pelaku usaha dapat memperbesar skala produksinya.
Selain itu, Ara menyebut peran BP Tapera dalam mendukung pembiayaan perumahan. Tahun ini, secara nasional ditargetkan pembiayaan sekitar 350 ribu unit rumah, dengan Jawa Barat menyumbang puluhan ribu unit pada tahun sebelumnya.
“Ini sinergi. Masyarakat senang karena rumahnya lebih baik, industri senang karena produksinya naik, pengembang terbantu, perbankan ikut membiayai. Jadi semua bergerak,” katanya.
/2025/12/08/27044690.jpg)
/2025/12/30/1523668393.jpg)
/2021/08/03/765630265.jpg)
/2019/05/28/2127286568.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308927/original/019784900_1754561176-4.jpg)

/2017/12/19/2145020248.jpg)
/2025/04/15/1380802889.jpg)
/2021/11/23/867443105.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5167102/original/009661500_1742306811-cdacf437-a867-44a0-8f7f-1cd7ef219f5b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453730/original/031694300_1766490130-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP___Maruarar_Sirait-23_Desember_2025a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4755137/original/049748900_1709027544-Logo_Netflix__Pixabay_.jpg)