Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan impor bawang putih dapat dihentikan dalam beberapa tahun ke depan melalui peningkatan luas tanam, produktivitas, serta penguatan kemandirian pangan nasional. Target tersebut disebut bukan sekadar wacana, melainkan agenda yang telah memiliki tenggat waktu jelas.
“Kita hentikan import mungkin 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun. Kalau bisa 4 tahun, paling lambat 5 tahun, kata Mentan dikutip dari Antara, Senin (9/2/2026).
BACA JUGA:Skema Baru Impor BBM Swasta, Berlaku per 6 Bulan
BACA JUGA:Berpotensi Matikan Pedagang Kecil, Pemerintah Diminta Batasi Penjualan Produk Murah Secara Online
BACA JUGA:Persaingan Industri Baja Kini Tak Sekadar Bisnis tapi Melawan Regulasi Pemerintah Negara Lain
Menurut Amran, keseriusan pemerintah dalam mendorong swasembada bawang putih merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Arahan tersebut, kata dia, langsung direspons cepat tanpa menunggu proses birokrasi panjang.
“Bapak Presiden sudah arahkan via telepon hari Sabtu. Hari Minggu tim berangkat, hari Senin kami sudah tiba di sini (Nusa Tenggara Barat) untuk merealisasikan itu. Kita buat program khusus, tegas Mentan.
Ia menyampaikan optimisme Indonesia untuk segera mencapai swasembada bawang putih nasional, dengan menjadikan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu pilar utama pengembangannya. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menopang produksi bawang putih nasional.
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5213820/original/037779700_1746699379-20250508-ODOL-ANG_4.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
/2025/10/07/2002674624.jpg)
/2024/02/12/986177710.jpg)
/2025/10/13/652970826.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)