Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan pengalihan data yang dimaksud dalam kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS). Dia memastikan tidak ada data pribadi krusial yang dialihkan ke AS.
Airlangga mengamini dalam Agreement on Resiprocal Trade (ART), RI diminta mengirim sejumlah data digital ke AS. Menurutnya, data yang dibagikan adalah data yang dimuat oleh masing-masing orang ketika menggunakan aplikasi asal AS.
BACA JUGA:Ketum PBNU Minta Indonesia Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan AS dan Iran
BACA JUGA:Harga Pangan Bakal Melonjak Imbas Perang AS-Iran? Ini Kata Mendag
BACA JUGA:AS Luncurkan Operasi Militer di Ekuador untuk Memerangi Narkoba
BACA JUGA:Iran Desak Korea Selatan Turun Tangan Redam Konflik Timur Tengah
Digitalisasi ini adalah sharing data pribadi ke platform digital. Sharing data pribadi ke Google, bikin Gmail dengan Netflix, kemudian dengan bahkan kalau e-commerce non-Amerika itu dengan Alibaba dan sebagainya, dengan Amazon, ucap Airlangga dalam Indonesia Economic Forum 2026, ditulis Rabu (4/3/2026).
Dia memastikan lagi tak ada data krusial pribadi yang diberikan. Misalnya, dat pribadi dalam sistem kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil).
Jadi tidak ada data dari dukcapil dikasih ke pemerintah Amerika itu tidak ada, buat apa juga, karena Amerika juga tidak perlu itu. Tetapi data platform-platform, tegasnya.
Dia memastikan pula kalau data yang dikirimkan akan dilindungi oleh aturan rigid di AS. Dan itu mereka menjamin kalau data itu disampaikan, mereka punya perlindungan terhadap data pribadi setara dengan undang-undang yang ada di Indonesia, tandasnya.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520754/original/021105900_1772636405-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_20.25.36.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3523314/original/039887800_1627442504-BRI_life.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939792/original/092321500_1725848155-Screenshot_1297.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506524/original/044114800_1771471389-Badan_Pangan_Nasional__Bapanas__mengungkap_penyebab_kenaikan_harga_cabai_rawit_merah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)