Jakarta – Sejumlah indikator ekonomi Indonesia menunjukkan perkembangan positif memasuki kuartal IV 2026. Inflasi tetap berada dalam sasaran, neraca perdagangan kembali mencatat surplus, sementara aktivitas manufaktur kembali masuk zona ekspansi.
Data yang dirilis pada Kamis (1/10/2026) menunjukkan inflasi Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan (yoy). Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5% plus-minus 1%. Inflasi inti juga relatif terjaga di level 2,84% yoy.
BACA JUGA:Airlangga Buka Suara soal Tugas Wamenko Drajad Wibowo
BACA JUGA:Lokasi Pembangkit Nuklir Pertama Indonesia Ditetapkan 2026
BACA JUGA:Airlangga Beberkan 3 Syarat Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$ 3,55 miliar pada Agustus 2026, naik signifikan dari US$ 0,12 miliar pada Juli 2026. Secara kumulatif, surplus perdagangan Januari-Agustus 2026 mencapai US$ 7,25 miliar.
Sementara itu, PMI Manufaktur Indonesia September 2026 meningkat menjadi 52,4, dari 49,8 pada bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut membawa sektor manufaktur kembali ke zona ekspansi sekaligus mencatat perbaikan kondisi bisnis terkuat sejak Februari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai perkembangan ketiga indikator tersebut menunjukkan fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan terjaganya inflasi, kembali ekspansifnya manufaktur, serta tetap tumbuhnya ekspor menjadi bagian penting dari kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Pemerintah, lanjut dia, akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong investasi dan aktivitas industri.
Meski demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Inflasi kelompok Volatile Food atau harga pangan bergejolak tercatat 5,03% yoy pada September 2026. Pemerintah menyebut tekanan tersebut dipengaruhi dinamika permintaan serta penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem, El Nino, dan bencana alam.
/2026/03/08/1389890413.jpg)
/2025/12/05/291552133.jpg)
/2026/06/09/493072376.jpg)
/2025/11/28/1073548291.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192693/original/032314600_1595929325-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352149/original/042458700_1610959708-20210118-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545591/original/028851700_1775201136-pal5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362522/original/050744100_1790819212-MetaMask_Crypto_Wallet_Showcase.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344766/original/032034000_1789000970-ChatGPT_Image_Sep_10__2026__07_42_04_AM.jpg)