Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi kuat dan stabil. Pemerintah, lanjut Menko Airlangga, juga tengah mendorong percepatan reformasi dan penguatan pasar modal nasional agar semakin transparan dan berintegritas, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Airlangga mengatakan, indikator makroekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tercatat sebesar 5,04% dan diperkirakan meningkat pada rilis data pertumbuhan berikutnya.
BACA JUGA:Menko Airlangga Minta Toko Kelontong Akses KUR Rp 300 Triliun
BACA JUGA:Menko Airlangga Ajak Pemilik Warung Kelontong SRC Gabung Koperasi Desa Merah Putih
BACA JUGA:Menko Airlangga: Tarif Trump ke Mitra Dagang Iran Minim Dampak bagi Indonesia
“Kondisi makroekonomi kita kuat. Pertumbuhan ekonomi masih terjaga dan diperkirakan akan lebih besar dibanding kuartal ketiga,” ujar Airlangga di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026).
Dari sisi inflasi, ia menyebut laju kenaikan harga masih terkendali. Inflasi pada Desember tercatat 2,92% dan tetap berada dalam kisaran target APBN, yakni 2,5% plus minus 1%.
“Tingkat inflasi kita masih sesuai dengan rentang yang ditetapkan dalam APBN,” katanya.
Cadangan devisa Indonesia hingga Desember 2025 tercatat sebesar USD 156,5 miliar atau setara pembiayaan 6,2 bulan impor. Sementara itu, defisit fiskal juga tetap dijaga di bawah batas maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sektor perbankan juga dinilai berada dalam kondisi solid. Pertumbuhan kredit mencapai 9,6%, sedangkan dana pihak ketiga tumbuh dua digit sebesar 13,83%. Rasio permodalan perbankan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat di level 25,87%.
Airlangga menambahkan, rasio utang pemerintah terhadap PDB masih dalam batas aman, yakni sekitar 40%, jauh di bawah ambang batas 60%.
Posisi ini diperkuat dengan peringkat utang Indonesia yang tetap berada di level investment grade dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s (Baa2), Fitch (BBB), dan S&P.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/12/11/807977835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5198172/original/061456600_1745500065-56e1a315-d25b-47fb-abe6-e936eafd527a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397188/original/078850600_1761803487-IMG-20251030-WA0006.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)