Jakarta – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang semakin memanas mulai memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal Indonesia. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) tak memungkiri lonjakan harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Salah satu skenario yang dihitung adalah apabila harga minyak mentah dunia bertahan di rata-rata USD 92 per barel sepanjang tahun.
BACA JUGA:Pemilik NYSE Tanam Investasi Strategis di Bursa Kripto OKX
BACA JUGA:Anggota Kongres AS Sebut Amerika Serikat Tak Punya Perlindungan Memadai Hadapi Drone Shahed Iran
BACA JUGA:Pembom Strategis AS B-1 Lancer Mendarat di Inggris, Ketegangan dengan Iran Meningkat
Dalam kondisi tersebut, defisit anggaran berpotensi melebar hingga sekitar 3,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) apabila tidak ada langkah penyesuaian kebijakan.
Kita sudah exercise kalau harga minyak setahun rata-rata USD 92 maka defisitnya 3,6 persen PDB, itu kalau kita enggak ngapa-ngapain, kata Purbaya dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Meski demikian, ia menilai kondisi fiskal masih relatif terkendali jika kenaikan harga minyak tidak terlalu ekstrem. Purbaya menyebut, apabila harga minyak berada di sekitar USD 72 per barel masih di atas asumsi dasar APBN yang dipatok USD 60 per barel pemerintah masih memiliki ruang untuk mengelola dampaknya.
Let\’s say yang worst scenario jeleknya minyaknya sampai USD 72 (per barel) masih aman, masih bisa dikendalikan,” ungkap Purbaya.
Ia menegaskan, skenario tersebut masih dalam batas yang dapat diatasi melalui berbagai instrumen kebijakan fiskal yang dimiliki pemerintah.
/2022/02/03/357761973.jpg)
/2024/06/27/487465856.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/17/1354237420.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523362/original/012242600_1772805994-publikasi_1772805295_69aadcaf9f23e.jpeg)
/2024/12/04/736099509.jpg)
/2021/10/18/985754656.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523275/original/084776600_1772799017-IMG_2105.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523296/original/057359200_1772800398-667f9b46-cd0a-49ae-b436-68ffe40f6402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)