Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) bakal semakin gencar untuk menyelesaikan sederet hambatan dalam investasi di Indonesia. Langkah ini diakuinya telah disambut positif para investor asing.
Langkah tersebut dilakukannya dalam Kelompok Kerja II dalam Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah yang membahas soal debottlenecking investasi di Tanah Air.
BACA JUGA:Purbaya Jengkel Pengusaha Batu Bara Bikin Tekor Negara: Wajar Gak?
BACA JUGA:Pengakuan Purbaya, Tidak Bisa Tidur Jelang Tahun Baru 2026 Gara-Gara ini: Baru Tahu Saya …
BACA JUGA:Pergantian Direksi BEI, Menkeu Purbaya Beri Masukan Ini
BACA JUGA:Ternyata, Ini Alasan Purbaya Tarik Rp 75 Triliun dari Bank
Debottlenecking yang mulai disidangkan walaupun baru satu kali kan, tapi saya disitu sudah bisa melihat nih, kira-kira problem yang dihadapi pebisnis apa sih. Nanti ke depan akan semakin sering tuh, sidangnya seminggu sekali kan, mulai minggu depan ya, ungkap Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Kamis (1/1/2026)
Dia mengakui kalau investor asing sudah mulai memandang positif prospek investasi di Indonesia. Baik dari calok investor maupun pengusaha yang sudah menanamkan modalnya di Indonesia.
Ya rupanya asing juga udah melihat tuh kebijakan itu, mereka melihat dan kelihatan semakin optimis. Sudah banyak akan mengadukan dari luar negeri, Singapura dan negara-negara lain, yang pengusahaan yang punya investasi disini, beberapa sudah masuk kali, tuturnya.
Melalui cara itu, diharapkan iklim investasi nasional bisa semakin baik, meski belum bisa melompat secara drastis. Pada akhirnya, aspek ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen tercapai.
Saya yakin kalau itu dijalankan dengan konsisten, klima investasi akan bergerak semakin baik. Saya mau bilang drastis berubah kan gak mungkin, harusnya semakin baik, semakin baik, semakin baik.Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu, kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya, jelas dia.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2025/12/25/1288847629.jpg)
/2025/07/29/1628369530.jpg)
/2025/03/26/628035943.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5060749/original/065479200_1734771407-2.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510318/original/082211400_1771824708-One_Raffles.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510852/original/003256100_1771840702-Kepala_BOPPJ_Didit_Herdiawan_Ashaf-23_Februari_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5256720/original/046490700_1750248775-f3bdce7a-e287-4a17-b7bd-c5e2c5499ba6.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510955/original/013298200_1771846233-1000242800.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508522/original/073889200_1771577837-Tata_Motors_Indonesia_Secures_its_Biggest_Order__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510999/original/069334100_1771853027-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_09.16.31.jpeg)