Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memaparkan evaluasi dari penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Setidaknya ada empat hal yang menjadi perhatian Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan Nataru ini.
Dudy mengatakan, perhatian pertama adalah kesiapan sarana dan prasarana khususnya moda transportasi darat yang harus mulai dipastikan sejak jauh-jauh hari. Baik dari segi jumlah armada maupun kondisi teknisnya.
BACA JUGA:Angkutan Nataru Hampir Usai, Menhub Wanti-wanti Keamanan Jalur KA Jelang Ramadan
BACA JUGA:Wisatawan ke Bali Turun, Kemenhub Buka Data Angkutan Pesawat
BACA JUGA:Menhub Jamin Transportasi di NTT Siap Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru
Kedua, kata Dudy, penguatan manajemen operasional dan pengaturan kapasitas di simpul-simpul transportasi. “Termasuk terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, agar lonjakan pergerakan dapat dikelola secara lebih terkendali,” ujarnya di Kemenhub, Senin (5/1/2026).
Tidak ketinggalan, aspek keselamatan dan pengawasan tetap harus menjadi prioritas utama. Menurut Dudy, hal ini bisa dilakukan melalui inspeksi teknis, pengendalian operasional, serta disiplin terhadap standar keselamatan.
Terakhir, Dudy meminta agar optimalisasi pemanfaatan data dan sistem digital dalam mendukung pengambilan keputusan lintas sektor. Tujuannya, agar seluruh stakeholder dapat merespons lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Menurut Dudy, menyebutkan bahwa masa libur Nataru 2025/2026 merupakan momen Nataru yang tidak biasa. Pasalnya, fokus pemerintah harus terbagi dengan kejadian bencana di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra, perasaan empati, serta koordinasi lintas sektor yang lebih intensif,” jelasnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980736/original/005042400_1648714883-20220331-Laporan-SPT-10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5278001/original/040306100_1752051720-20250709-Harga_Beras-AFP_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4776905/original/006239500_1710816232-WhatsApp_Image_2024-03-18_at_12.27.40.jpeg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465728/original/017167300_1767774733-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_10.08.00.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465846/original/090554700_1767777880-DBS_HL_editedd.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3109051/original/089054100_1587537833-20200422-Nasib-Petani-Cabai-di-Tengah-Pandemi-COVID-19-ARBAS-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5176330/original/096132900_1743079834-20250327_172319.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5290047/original/026639200_1753088112-kop2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269837/original/057928600_1671710596-BKI.jpg)