Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk industri game global yang kian kompetitif, Nintendo berdiri sebagai anomali yang mengagumkan. Saat para raksasa teknologi lain berlomba-lomba menghadirkan resolusi 8K dan kecepatan frame rate yang fantastis, perusahaan asal Kyoto, Jepang ini justru tetap mampu mencetak laba miliaran dolar setiap tahunnya tanpa harus terjebak dalam perlombaan spesifikasi mentah.
Dikutip dari CNBC, Kamis (26/2/2026), menariknya, rahasia sukses Nintendo bukan terletak pada kecanggihan perangkat keras terbaru, melainkan pada filosofi Lateral Thinking with Withered Technology (Berpikir lateral dengan teknologi yang sudah matang).
BACA JUGA:84 Tahun Silam, Pertempuran Terbesar dalam Sejarah Perang Dunia II Terjadi di Laut Jawa
BACA JUGA:Viralnya Monyet Punch dan Fenomena Kesepian Manusia Modern
BACA JUGA:Rekomendasi Tempat Bukber dengan Menu Tendon Jepang Peraih Penghargaan Emas 8 Kali
Alih-alih menggunakan komponen paling mahal dan mutakhir, mereka memilih teknologi yang sudah stabil dan terjangkau, lalu mengolahnya dengan cara yang benar-benar baru.
Kehadiran Nintendo Switch adalah manifestasi nyata dari strategi ini. Di saat kompetitor fokus pada konsol statis yang mengikat pemain di depan televisi, Nintendo menawarkan kebebasan.
Kemampuannya untuk bertransformasi dari konsol rumahan menjadi perangkat genggam (handheld) menciptakan kategori pasar baru yang tidak tersentuh oleh PlayStation maupun Xbox.
Bagi Nintendo, kenyamanan dan aksesibilitas jauh lebih berharga daripada jumlah teraflops di atas kertas.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/05/07/1326608290.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514847/original/040829600_1772112889-1000029494.jpg)
/2025/06/10/630542136.jpg)
/2024/06/02/1133965948.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514161/original/038103600_1772082342-Direktur_Utama_BRI_Hery__Gunardi-26_februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375853/original/035596900_1680074819-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4777602/original/096775800_1710842270-20240319-Penukaran_Uang-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514734/original/091258300_1772103350-Warteg_Gratis_Alfamart.jpg)