Jakarta – Berada di dalam pesawat namun terbang dalam kondisi cuaca buruk, tidak perlu panik. Sebab pilot dan petugas ATC Airnav Indonesia, bakal melakukan langkah-langkah untuk keselamatan penumpang dan juga awak kabinnya.
Misalnya saja yang terjadi pada Senin pagi, 12 Januari 2026, Airnav Indonesia mencatat ada 15 penerbangan yang melakukan holding atau berputar-putar di udara, sebelum akhirnya berhasil mendarat. Baik itu di bandara tujuan ataupun melakukan divert atau mendarat di bandara terdekat.
BACA JUGA:Imbas Cuaca Buruk, 109 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Tertunda
BACA JUGA:Cuaca Membaik, AirNav Pastikan Operasional Bandara Soekarno-Hatta Kembali Normal
BACA JUGA:Cuaca Buruk di Bandara Soetta: 15 Pesawat Sempat Tertahan di Udara
Go-around, holding, dan divert adalah prosedur normal penerbangan yang digunakan saat cuaca tidak mendukung. Ini menunjukkan pilot dan ATC mengutamakan keselamatan,ungkap Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro.
Dia juga menjelaskan, Go Around merupakan prosedur, dimana pilot membatalkan pendaratan dan melakukan pendekatan ulang ke landasan pacu. Hal ini dapat dilakukan karena berbagai alasan. Seperti kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, lalu lintas udara yang padat, masalah teknis pada pesawat, hingga instruksi dari pengendali lalu lintas udara.
Lalu holding, ini prosedur dimana pesawat terbang pola tertentu di sekitar bandara atau titik tertentu di udara untuk menunggu izin pendaratan atau instruksi lebih lanjut dari pengendali lalu lintas udara,katanya.
Hal ini dapat dilakukan karena lalu lintas udara yang padat, cuaca buruk, masalah teknis pada bandara.
Sementara divert adalah prosedur dimana pesawat dialihkan ke bandara lain karena alasan tertentu. Seperti cuaca buruk di bandara tujuan, masalah teknis pada bandara tujuan, keadaan darurat di pesawat, instruksi dari pengendali lalu lintas udara.
Dalam semua kasus, pilot dan pengendali lalu lintas udara bekerja sama untuk memastikan keselamatan penerbangan dan mengurangi keterlambatan,katanya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3010301/original/015574200_1577857865-20200101-Banjir-Rendam-Jalan-DI-Panjaitan-12.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4977955/original/029448300_1729683087-Screenshot_2024-10-23_183027.jpg)
/2024/05/05/1407961340.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472042/original/036695300_1768307350-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_10.40.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075020/original/042395500_1449200814-20151204-Bill-Gates-AFP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545720/original/056823400_1629425275-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075016/original/019350700_1449200543-20151204-Bill-Gates-AFP-2.jpg)