• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Juni 6, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » EKONOMI » BISNIS » Mendag: Permendag No 27 Bisa Tekan Biaya Logistik hingga 46 Persen

Mendag: Permendag No 27 Bisa Tekan Biaya Logistik hingga 46 Persen

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-11-27
0

Mendag: Permendag No 27 Bisa Tekan Biaya Logistik hingga 46 Persen

Jakarta Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memperkenalkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2024 yang mengatur kebijakan distribusi barang antar-pulau.

Regulasi ini merupakan revisi dari Permendag No. 92 Tahun 2020 dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, sekaligus menekan disparitas harga di berbagai daerah.

Permendag baru ini dirancang agar distribusi barang menjadi lebih terintegrasi secara digital. Dengan demikian, pelaku usaha dapat melaporkan pergerakan barang antar-pulau secara lebih sederhana dan mudah.

Melalui Permendag ini, kita ingin memastikan pengaturan distribusi barang antar-pulau menjadi lebih efisien. Kita dapat mengetahui mana daerah yang surplus dan mana yang kekurangan, sehingga disparitas harga bisa dikurangi, jelas Budi Santoso dalam acara sosialisasi Permendag No. 27 di Jakarta.

Digitalisasi Pelaporan Distribusi Barang

Mendag menekankan bahwa pelaporan distribusi barang kini dapat dilakukan secara digital dan terintegrasi. Langkah ini diharapkan dapat menyederhanakan proses bagi pelaku usaha.

Sederhananya, regulasi ini memiliki dampak besar pada distribusi dan logistik antar-pulau. Biaya distribusi dapat ditekan sehingga lebih murah, ujar Budi.

Menurunkan Biaya Logistik hingga 46 Persen

Permendag ini juga diharapkan mampu mengurangi biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan besar, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Saat ini, biaya logistik di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Dengan regulasi ini, biaya logistik diproyeksikan dapat turun hingga 46 persen. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing UMKM, imbuhnya.

Selain itu, distribusi yang lebih efisien memungkinkan barang surplus dari satu daerah didistribusikan ke daerah yang kekurangan. Dengan begitu, inflasi dapat ditekan dan distribusi barang menjadi lebih merata.

Barang yang surplus di suatu daerah bisa dialihkan ke daerah yang minus. Regulasi ini benar-benar bertujuan untuk menciptakan distribusi yang optimal dan efisien, pungkas Mendag.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Menanti Data The Fed, Rupiah Lemes Lawan Dolar AS

Menanti Data The Fed, Rupiah Lemes Lawan Dolar AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Prudential Indonesia Raup Laba Bersih Rp 2,4 Triliun di 2025

Prudential Indonesia Raup Laba Bersih Rp 2,4 Triliun di 2025

2026-06-06
Cara Astra Berkontribusi Kurangi Kemacetan

Cara Astra Berkontribusi Kurangi Kemacetan

2026-06-06
RI-Jepang Bangun Kemitraan Masa Depan: 1.584 Kapal Baru hingga Energi Nuklir

RI-Jepang Bangun Kemitraan Masa Depan: 1.584 Kapal Baru hingga Energi Nuklir

2026-06-06
SBY: Pertumbuhan Ekonomi Saja Tak Lagi Cukup

SBY: Pertumbuhan Ekonomi Saja Tak Lagi Cukup

2026-06-06
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah

2026-06-06
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Bank Bertahan di Era Digital

Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Bank Bertahan di Era Digital

2026-06-06
Respons Bank Indonesia soal RUU P2SK Jadi Undang-Undang

Respons Bank Indonesia soal RUU P2SK Jadi Undang-Undang

2026-06-06
Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam Bisa Jadi Agunan Kredit

Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam Bisa Jadi Agunan Kredit

2026-06-06

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Membangun Kebebasan Finansial Sebelum Usia 40

Membangun Kebebasan Finansial Sebelum Usia 40

2026-06-06
0
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp 84.400 per Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp 84.400 per Kg

2026-06-06
0
Solusi Analis untuk Pulihkan Rupiah dan IHSG

Solusi Analis untuk Pulihkan Rupiah dan IHSG

2026-06-06
0
SBY: Pertumbuhan Ekonomi Saja Tak Lagi Cukup

SBY: Pertumbuhan Ekonomi Saja Tak Lagi Cukup

2026-06-06
0
Mengurangi Dominasi Dolar AS, Indonesia dan Filipina Jajaki Skema Barter

Mengurangi Dominasi Dolar AS, Indonesia dan Filipina Jajaki Skema Barter

2026-06-06
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah

2026-06-06
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Bank Bertahan di Era Digital

Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Bank Bertahan di Era Digital

2026-06-06

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.