Jakarta – Marak aksi penipuan investasi di Korea Selatan yang memanfaatkan nama sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan perusahaan keuangan papan atas. Modus ini dilakukan untuk menjebak investor ritel agar masuk ke ruang obrolan (chat room) investasi ilegal di media sosial.
Mengutip The Korea Times, Senin (28/9/2026), salah satu aksi pencatutan nama menyasar Gubernur Bank of Korea (BOK) Shin Hyun-song melalui akun palsu di platform Threads. Profil bodong tersebut mengunggah berbagai informasi analisis tren ekonomi dan investasi agar terlihat tepercaya di mata publik.
BACA JUGA:Chuseok di Korea Selatan: Siapkan Rp 4,13 Juta Hanya untuk Hidangan
BACA JUGA:Korea Utara Akan Pertahankan Senjata Nuklir Selamanya
BACA JUGA:Indonesia Absen, Korea Selatan Puncaki Daftar 40 Area Terkeren di Dunia 2026
Meski tidak secara langsung memberikan rekomendasi saham tertentu di lini masa, akun palsu tersebut mengarahkan pengguna untuk mengirimkan pesan pribadi (direct message). Dari sana, calon korban diundang masuk ke grup percakapan khusus yang menjanjikan rekomendasi saham menguntungkan.
Sangat sulit untuk mengidentifikasi akun yang melakukan penyamaran sejak awal, tetapi kami akan terus memantau dan segera mengambil tindakan tegas setelah menemukannya, ujar salah seorang pejabat BOK.
Setelah bergabung di ruang obrolan tersebut, para pengguna dilaporkan diminta untuk menyerahkan data dan informasi pribadi. BOK kemudian bergerak cepat meminta pengelola Threads menghapus profil palsu itu hingga akhirnya ditangguhkan (suspended) dalam hitungan jam.
Sesuai regulasi di Korea Selatan, pihak manapun yang memberikan jasa konsultasi investasi secara langsung atau mengoperasikan saluran penasihat keuangan wajib terdaftar secara resmi sebagai perusahaan penasihat investasi (investment advisory firm). Namun, mayoritas grup percakapan ilegal tersebut bahkan tidak mencantumkan nama entitas perusahaan yang mengoperasikannya.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2023/12/26/1234811319.jpg)
/2026/06/06/1608187196.jpg)
/2026/01/15/1042841261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360178/original/018743000_1790594151-email-attachment_2026_09_28_ariefhakim-at-klyid_kemenkop-klaim-85-persen-manajer-kopdes-setuju-penempatan-di-daerah_1000456401__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4127832/original/025254300_1660804798-Halte_Gelora_Bung_Karno_Beroperasi_Kembali-Herman_2.jpg)






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360283/original/029173000_1790607259-email-attachment_2026_09_28_ariefhakim-at-klyid_menteri-pu-ancam-copot-pejabat-buntut-temuan-sawah-kering_1000456707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317191/original/029207300_1755314565-Ilustrasi_utang__keungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360169/original/002852600_1790593643-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_16.07.46.jpeg)