Jakarta – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membayangi wilayah Manokwari dan sekitarnya. Menanggapi situasi ini, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Papua Barat, menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan keselamatan penerbangan.
Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito menjelaskan bahwa pekatnya kabut asap membatasi jarak pandang pilot di bawah ambang batas keselamatan. Alhasil, perubahan jadwal penerbangan hingga pembatalan rute tak terelakkan.
BACA JUGA:Maskapai Malaysia Batalkan Penerbangan ke Singapura Imbas Kabut Asap
BACA JUGA:Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan Ternate, Ratusan Penumpang Tertahan
Sejak akhir September hingga Oktober saat ini, terjadi peningkatan delay (perubahan jadwal) bahkan pembatalan karena penurunan visibilitas (jarak pandang), ujarnya dikutip Antara, Selasa (13/10/2026).
Kondisi cuaca di area bandara terbukti sangat dinamis dan sulit ditebak:
- Jumat (9/10): Operasional berjalan lancar tanpa kendala. Bandara sukses melayani total 599 penumpang, baik yang datang maupun berangkat.
- Sabtu (10/10): Kabut asap mendadak mengepung kawasan Bandara Rendani, memaksa seluruh jadwal penerbangan dibatalkan total.
- Minggu (11/10): Gangguan jarak pandang bertahan dari pagi hingga siang, berdampak pada pengalihan rute penerbangan dari dan menuju Manokwari. Satu pesawat milik Lion Grup baru bisa mendarat mulus pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIT.
Hari Minggu, dua maskapai yang seharusnya mendarat pagi, terpaksa tunda dan bisa berhasil mendarat siang. Satu maskapai lagi mendarat malam, dan terbang kembali Senin dini hari, ujarnya.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2022/08/03/1972868173.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369421/original/043306800_1791522749-email-attachment_2026_10_09_immanuel-christian_defisit-apbn-rp-319-triliun-menkeu-waspadai-lonjakan-harga-minyak-dan-risiko-global_IMG_7644.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192687/original/099233200_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383851/original/077849900_1680667414-20230405-Sidang-Donald-Trump-AP-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)