Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menaruh perhatian besar terhadap lonjakan harga minyak dunia imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Lantaran itu berpotensi membuat defisit APBN bisa melonjak hingga ratusan triliun rupiah.
Menurut hitungannya, itu bisa terjadi jika harga minyak secara rata-rata tembus hingga USD 90 per barel. Nominal tersebut lebih besar USD 20 dari asumsi APBN di kisaran USD 70 per barel.
BACA JUGA:10 Family Office Terbesar di Dunia
BACA JUGA:Mengenal Family Office, Pengelola Aset Keluarga Kaya Lintas Generasi
BACA JUGA:Prabowo Setuju Bentuk Family Office, Siap Rekrut Tokoh Senior Inggris
Jadi kita berbicara kemungkinan defisit sekitar Rp 150-200 triliun hanya dengan kenaikan harga minyak ini, seru Luhut di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Luhut mengatakan, lonjakan harga minyak ini telah menekan pertumbuhan ekonomi dan inflasi dunia. Oleh karenanya, kondisi tersebut perlu terus dicetmati lantaran situasi geopolitik belum kunjung stabil.
Harga minyak yang lebih tinggi telah memberikan tekanan pada pertumbuhan global dan inflasi, kata Luhut.
Bagaimana situasi di Selat Hormuz ke depan? Seberapa lama situasi bakal terus seperti ini? Hari ini mereka bilang peluangnya 50:50, dan besoknya mereka bilang hal yang lain. Sehingga penuh ketidakpastian, sementara kita sangat bergantung pada perdagangan di jalur tersebut, tuturnya.
Harga Minyak Anjlok
Untuk diketahui, harga minyak turun lebih dari 4% pada Minggu, 24 Mei 2026 waktu setempat. Koreksi harga minyak terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengindikasikan pembicaraan dengan Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz sedang berjalan maju, meskipun mengatakan AS tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6597831/original/067072200_1779435331-1463705fa06b3ea8d6b889979a5ce262-whatsapp-image-2026-05-22-at-09-24-17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)
/2025/10/07/2002674624.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/6830697/original/003618000_1779619075-57992b65-5f14-4955-946f-4313f93717f2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6843528/original/072960200_1779629425-1000324590.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)