Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan sepakat dengan strategi perbaikan pasar modal yang diinisiasi pemerintah. Dia turut meminta kerja sama dari semua sektor. Luhut memandang gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) imbas evaluasi dan peringatan MSCI menjadi momentum penting perbaikan. Dia turut meundukung upaya perbaikan dari pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Bursa Efek Indonesia (BEI).
Setelah melalui berbagai diskusi dan mencermati masukan dari berbagai pihak, DEN berpandangan serta mendukung langkah-langkah perbaikan yang telah diumumkan oleh Pemerintah, OJK, dan BEI, kata Luhut dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
BACA JUGA:Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Pengusaha Titipkan Hal Ini
BACA JUGA:Top 3: Anggota DEN Dilantik Langsung oleh Presiden Prabowo
BACA JUGA:Prabowo Targetkan Cadangan BBM Nasional Naik Jadi 3 Bulan, Ini Strategi Ketua DEN
BACA JUGA:Prabowo Minta DEN Hentikan Impor BBM, Targetkan Swasembada Energi
Beberapa langkah yang akan diambil pemerintah yakni: pertama, akan merevisi dan memperkuat ketentuan mengenai kewajiban pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) bagi emiten-emiten utama, disertai mekanisme verifikasi dan sanksi yang tegas. Transparansi ini penting agar investor mengetahui pemilik manfaat akhir, mencegah praktik-praktik yang tidak sehat, serta memperkuat kepercayaan terhadap integritas pasar modal.
Kedua, pemerintah mendorong peningkatan free float saham emiten, khususnya emiten berkapitalisasi besar, guna memperbaiki likuiditas dan kualitas price discovery. Ambang minimum free float akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 15% dari sekitar 7,5% saat ini melalui peta jalan yang jelas.Â
Kebijakan ini harus menjadi bagian dari paket reformasi yang mendorong transparansi dan fairness, sehingga peningkatan free float dapat diserap pasar secara sehat berdasarkan valuasi yang transparan dan benar-benar mencerminkan fundamental bisnis, sekaligus mengurangi risiko distorsi harga, ujar Luhut.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4710962/original/010216300_1704839246-WhatsApp_Image_2024-01-10_at_04.54.19.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5198172/original/061456600_1745500065-56e1a315-d25b-47fb-abe6-e936eafd527a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397188/original/078850600_1761803487-IMG-20251030-WA0006.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)