Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% mencapai 12,67 juta ton sepanjang Januari-September 2026. Angka tersebut turun 1,07% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 seiring menyusutnya luas panen.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, luas panen jagung pipilan sepanjang Januari-September 2026 diperkirakan mencapai 2,17 juta hektare atau turun 1,20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan luas panen tersebut diperkirakan berdampak pada penurunan produksi jagung nasional.
BACA JUGA:Data BPS: Kereta Panen Penumpang, Pesawat Domestik Masih Turbulensi
BACA JUGA:Perjalanan WNI ke Luar Negeri Melonjak pada Juni 2026, Begini Kata BPS
BACA JUGA:Hotel Bintang Laris Manis, Okupansi Juni 2026 Melonjak di 36 Provinsi
“Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% sepanjang Januari sampai September 2026 diperkirakan mencapai 12,67 juta ton atau menurun 1,07% dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” kata Ateng di Kantor BPS, Senin (3/8/2026).
BPS melaporkan luas panen jagung pada Juni 2026 mencapai 0,25 juta hektare, lebih rendah dibandingkan 0,26 juta hektare pada Juni 2025. Produksi jagung pipilan kering pada bulan yang sama juga diperkirakan turun menjadi 1,50 juta ton dari 1,55 juta ton pada Juni tahun lalu.
BPS memperkirakan potensi luas panen jagung pada Juli-September 2026 mencapai 0,67 juta hektare atau turun 4,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Potensi produksi jagung pada periode tersebut juga diperkirakan turun menjadi 3,98 juta ton atau lebih rendah 6,48% secara tahunan.
“Angka potensi masih dapat berubah sesuai kondisi hasil pengamatan lapangan, termasuk akibat serangan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, maupun perubahan waktu panen oleh petani,” ujar Ateng.
BPS menegaskan bahwa angka potensi luas panen dan produksi masih bersifat dinamis karena bergantung pada perkembangan kondisi pertanaman hingga masa panen berlangsung.



/2025/06/19/1344461422.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474547/original/092592300_1768484569-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_21.42.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689478/original/047714100_1503553089-dpr6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188322/original/019489300_1595493636-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299015/original/001342000_1753778278-Gemini_Generated_Image_lw0455lw0455lw04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377702/original/099462300_1760150557-Gemini_Generated_Image_zesvxuzesvxuzesv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313344/original/018060800_1785635741-rr.jpg)