Jakarta – Memasuki 2026, pasar eCommerce Indonesia semakin matang seiring perubahan perilaku konsumen yang kian cerdas dan selektif, khususnya dalam memilih produk bernilai tinggi. Sebagai pionir eCommerce sejak 2012, Lazada melihat kepercayaan yang menyeluruh pada platform kini menjadi fondasi utama dalam menciptakan pengalaman belanja yang berkelanjutan.
CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menyampaikan bahwa industri eCommerce tidak lagi sekadar berperan membuka akses pasar, melainkan bertransformasi menjadi infrastruktur pertumbuhan bagi konsumen dan brand.Â
BACA JUGA:Lazada 12.12 Promo Habis-Habisan: Beli Mobil Listrik Sampai Produk Rumah Tangga Dapat Diskon hingga Jutaan Rupiah
BACA JUGA:Belanja Akhir Tahun Makin Hemat! Lazada 12.12 Hadirkan Bonus Voucher Besar, Gratis Ongkir 100%, hingga Diskon Brand 95%
Menurutnya, Ketika rasa percaya terhadap keaslian produk dan kualitas jangka panjang sudah terbentuk, konsumen secara alami akan berbelanja dalam jumlah lebih besar, bahkan membeli produk yang lebih bernilai.
“Dengan demikian, eCommerce bertransformasi dari sekadar tempat transaksi, menjadi infrastruktur pertumbuhan bagi konsumen dan brand, ujarnya Carlos dalam keterangan rilisnya.
Sejalan dengan proyeksi laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company yang memperkirakan GMV eCommerce Indonesia menembus US$140 miliar pada 2030, tertinggi di Asia Tenggara, Lazada membeberkan lima tren utama yang akan membentuk lanskap eCommerce Indonesia pada 2026.
1. Trust Jadi Faktor Penentu Pertumbuhan Belanja eCommerce
Perilaku belanja konsumen Indonesia kini berorientasi pada peningkatan kualitas hidup. Nilai sebuah produk tidak lagi diukur dari harga murah semata, melainkan kombinasi antara kualitas, keaslian, dan pengalaman berbelanja yang aman. Bahkan konsumen yang sensitif terhadap harga kini lebih selektif dan cenderung memilih produk yang tahan lama untuk menekan biaya jangka panjang.
Pergeseran ini terlihat jelas pada keluarga muda dan konsumen aspirasional yang memanfaatkan eCommerce untuk membeli produk bernilai tinggi, seperti elektronik, peralatan rumah tangga, dan produk kesehatan. Seiring keputusan belanja yang semakin terencana, kepercayaan berubah dari faktor pendukung menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Laporan Cube Asia 2025 mencatat bahwa kelas menengah dan konsumen muda sangat memperhatikan aspek keamanan, terbukti dengan 80% konsumen Indonesia yang lebih memilih berbelanja di online mall karena adanya jaminan kualitas.
Platform eCommerce harus melangkah lebih jauh dari sekadar menyediakan official store. Kita perlu membangun kepercayaan secara menyeluruh melalui sistem, tata kelola, dan perlindungan yang lebih kuat bagi seluruh ekosistem. Dengan meminimalkan risiko, platform dapat mendorong konsumen untuk lebih percaya diri dalam melakukan transaksi bernilai besar, jelas Carlos.
2. Belanja Berbasis Fase Kehidupan Dorong Permintaan Produk Life-Upgrade
Tren belanja eCommerce semakin erat dengan fase kehidupan konsumen. Mereka memanfaatkan eCommerce untuk mendukung berbagai transisi penting, seperti membangun keluarga, merenovasi hunian, hingga memulai gaya hidup yang lebih sehat. Tren ini mendorong peningkatan permintaan pada kategori produk life-upgrade, seperti elektronik, furnitur, otomotif, dan kesehatan.
Alhasil, brand lokal maupun global memiliki peluang besar dengan menyediakan variasi produk di berbagai rentang harga. Pendekatan tersebut memberi ruang bagi konsumen untuk melakukan trade up secara terencana dan mendapatkan produk berkualitas tanpa melampaui anggaran yang dimiliki.
/2023/02/25/321248679.jpg)
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484452/original/071298200_1769429499-tom2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487908/original/019378300_1769683532-38ad1699-a169-4193-9e6f-b7734c88ab34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1338349/original/016327000_1473147933-673x373.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487478/original/021081700_1769666416-1000219659.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360697/original/082788100_1758719568-183357.jpg)