Jakarta – World Economic Forum (WEF) merilis Global Risks Report 2026 yang menempatkan konfrontasi geoekonomi sebagai risiko global terbesar tahun ini. Risiko tersebut disusul konflik antarnegara, cuaca ekstrem, polarisasi sosial, serta maraknya misinformasi dan disinformasi.
Laporan yang dipublikasikan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran para pemimpin dan pakar dunia terhadap arah kondisi global. Sekitar 50 persen responden memprediksi dunia akan berada dalam situasi bergejolak atau turbulen dalam dua tahun ke depan, naik 14 poin persentase dibandingkan tahun lalu.
BACA JUGA:Kadin Indonesia Siapkan 4 Agenda Besar 2026: Diawali dengan Misi Investasi di WEF Davos
Sebanyak 40 persen lainnya menilai kondisi global setidaknya akan tetap tidak stabil. Hanya 9 persen yang memprediksi stabilitas, dan 1 persen yang memperkirakan situasi akan tenang.
Untuk jangka panjang, gambaran yang muncul tak kalah mengkhawatirkan. Dalam horizon 10 tahun ke depan, 57 persen responden memperkirakan dunia akan berada dalam kondisi turbulen atau penuh gejolak. Sementara 32 persen menilai situasi akan tetap tidak menentu, 10 persen memprediksi stabil, dan hanya 1 persen yang optimistis dunia akan tenang.
Presiden dan CEO World Economic Forum, Børge Brende, menyebut tatanan global baru tengah terbentuk seiring meningkatnya persaingan antarnegara besar.
“Tatanan kompetitif baru sedang terbentuk ketika kekuatan-kekuatan besar berupaya mengamankan lingkup kepentingannya masing-masing. Dalam lanskap yang berubah ini, kerja sama memang terlihat berbeda dibanding sebelumnya, tetapi pendekatan kolaboratif dan semangat dialog tetap menjadi hal yang sangat penting,” kata Børge Brende dikutip dari laporan Global Risks Report 2026, Rabu (14/1/2026).
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4977955/original/029448300_1729683087-Screenshot_2024-10-23_183027.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472042/original/036695300_1768307350-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_10.40.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075020/original/042395500_1449200814-20151204-Bill-Gates-AFP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545720/original/056823400_1629425275-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075016/original/019350700_1449200543-20151204-Bill-Gates-AFP-2.jpg)