Jakarta – Laut biru tampak berkilauan mendorong rasa penasaran seperti apa dunia bawah laut. Saat mengunjungi aquarium ini, pengunjung seperti dapat rasakan sensi berlalan di bawah laut. Berawal dari keinginan pemerintah Kota Taichung, Taiwan untuk menghidupkan area sekitar pelabuhan dibangun Taichung Aquarium. Pembangunan Taichung Aquarium yang menelan dana sekitar Rp 700 miliar memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk mengenal dalam kehidupan laut terutama ekosistem laut di Taiwan.
Tujuan wisata yang baru diresmikan sekitar Oktober 2025 memakan waktu pembangunan 13 tahun dan melewati tiga wali kota. Hal ini lantaran gedung yang awalnya untuk gedung penguin tetapi batal.
“Gedung awalnya buat penguin tetapi tidak begitu cocok. Mau diganti menjadi gedung lumba putih tetapi orang protes karena lumba-lumba putih termasuk langka, kalau di aquarium tidak bebas,” ujar pemandu wisata Ko Acin, kepada awak media dari Indonesia termasuk jurnalis www.wmhg.org di Taichung, Taiwan ditulis Selasa (3/3/2026)
Mengawali perjalanan di Taichung Aquarium, pengunjung akan melewati terowongan kaca yang menawarkan sensasi seperti berjalan di bawah air dengan diiringi gelombang air laut.
Kemudian pengunjung akan beralih dan mendapatkan aliran air seperti air terjun. Instalasi ini tak lepas dari filosopi yang menunjukkan air yang menghidupkan alam semesta.
Selanjutnya pengunjung akan memasuki perjalanan air Taichung. Pada zona ini pengunjung dapat melihat sejumlah aquarium kotak dan tiang-tiang yang di atasnya seperti wadah berisi ikan-ikan.
Kemudian pengunjung memasuki wetland atau lahan basah pada lantai 4. Ko Acin menuturkan, lahan basah ini dibuat seperti menghadirkan pasang surut di pantai tetapi dalam ruangan. Namun, tidak ada pasir dalam lahan itu. Di lantai tersebut, pengunjung dapat melihat sejumlah aquarium yang berisi ikan hingga belut laut. Dari lantai 4 ini, pengunjung dapat melihat pemandangan laut yang membentang luas.
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
/2026/01/04/283031676.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518267/original/048380000_1772499155-1000029998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732115/original/070853200_1706779283-fotor-ai-20240201161614.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)