Jakarta – Pemerintah memberikan alokasi kuota impor daging sapi sebesar 30 ribu ton pada 2026 untuk importir swasta atau sekitar 16 persen dari keseluruhan kuota impor tahun ini sebanyak sebanyak 297.000 ton.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) Teguh Boediyana mengungkapkan, kuota yang diberikan untuk perusahaan swasta tersebut jauh di bawah 2025 yang mencapai 180 ribu ton.
BACA JUGA:Bahlil: RDMP Balikpapan Senilai Rp 123 Triliun Senjata Pangkas Impor BBM
BACA JUGA:Prabowo Murka soal Mark-Up Energi: Segelintir Elite Untung di Atas Penderitaan Rakyat
BACA JUGA:Bahlil Klaim Program B40 Sukses Pangkas Impor Solar di 2025
BACA JUGA:Mentan Amran Janji Tak Impor Gula Tahun Ini
Menurut dia, jumlah tersebut sangat berat dan mengancam kelangsungan hidup banyak perusahaan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dengan angka minimal yang sama dengan tahun lalu.
Jika tidak ada kuota yang memadai maka konsekuensinya akan terjadi gejolak dan yang paling gampang buat pengusaha adalah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), ujar dia dikutip dari Antara, Minggu (11/1/2026).
Sebelumnya sejumlah asosiasi yang bergerak di sektor usaha daging mempertanyakan kebijakan pemberian kuota impor daging sapi tahun 2026 yang dipangkas drastis dari tahun lalu.
Teguh menambahkan, kebijakan kuota impor daging sebetulnya tak sejalan dengan arahan dan perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta tidak perlu lagi ada kebijakan kuota impor untuk produk-produk yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Oleh karena itu, lanjutnya, kalangan pelaku usaha meminta dilakukannya peninjauan kembali kebijakan pemberian kuota impor daging sapi yang hanya 16 persen dari total kuota impor tahun ini tanpa adanya pemberitahuan atau sosialisasi kepada para pelaku usaha.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469177/original/055054500_1768089089-1000025997.jpg)

/2025/09/24/895147874.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469835/original/056109300_1768187316-26db77e2-e2e7-483a-8a0d-ce3f0e6c9ee1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)