Jakarta – Menteri Perminyakan Iran Mohsen PaknejadĀ mengundurkan diri beberapa hari setelah muncul tuduhan lembaga perantara yang menangani penjualan minyakĀ negara tersebutĀ ke luar negeri berutang jutaan dolar.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian diketahui telah menerima pengunduran diri Paknejad, yang menyebut alasan pribadi sebagai penyebab kepergiannya.
BACA JUGA:Iran Tetap Sulit Jual Minyak Meski Sanksi Dicabut
BACA JUGA:AS Tegaskan Pelanggaran Blokade terhadap Iran Tak Ditoleransi
Pengunduran dirinya jadi sorotan karena Iran disebut-sebut tengah menghadapi kondisi krisis ekonomi, di mana inflasi yang mencapai 85 persen.
Melansir theguardian.com, Selasa (7/10/2026), penurunan penerimaan dari minyak menyebabkan anjloknyaĀ pendapatan valuta asing dan menjadi salah satu penyebab penurunan nilai rial terbesar sejak Revolusi Iran pada 1979.
Nilai tukar rial telah melemah lebih dari 10 persen dibandingkan sebulan lalu, terutama akibat blokade laut Amerika Serikat yang menghambat Iran menjual minyak, yang merupakan sumber utama penerimaan pemerintah.
Pertemuan darurat pemerintah yang digelar sepanjang akhir pekan untuk mengatasi krisis tersebut belum menghasilkan kemajuan nyata.
Sementara itu, semakin banyak laporan mengenai pengunduran diri besar-besaran dari kalangan kelas menengah profesional, terutama guru dan perawat, karena gaji mereka tidak mampu mengimbangi kenaikan harga.
Bank sentral Iran menyatakan bahwa tugasnya bukan mempertahankan nilai tukar pada tingkat tertentu, melainkan mengelola fluktuasi nilai tukar.
Perekonomian Iran mengalami kontraksi sebesar 10 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini. Di tengah kekhawatiran bahwa sanksi yang terus berlanjut dapat memicu aksi protes.
Para diplomat Iran tidak berencana memberikan konsesi baru setelah proposal untuk mempercepat proses perundingan nuklir ditolak oleh Donald Trump sepekan lalu.
/2022/10/20/1604525335.jpg)
/2025/01/30/132458517.jpg)
/2026/01/20/2143562902.jpg)
/2023/02/03/56809105.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
/2026/06/10/159166935.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354743/original/043043400_1790061615-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_14.16.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5295455/original/017936600_1753443100-1000438797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367243/original/002068700_1791340884-Menteri_Ketenagakerjaan__Yassierli_di_Gedung_DPR-7_Oktober_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4151488/original/074403800_1662635692-Kenaikan-Harga-Beras-Imbas-BBM-Iqbal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3950243/original/090266900_1646204114-20220302-Pengusaha-minta-penundaan-kebijakan-zero-odol-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)