Jakarta – Korea Selatan (Korsel) pada Selasa, (31/3/2026) mengusulkan tambahan anggaran senilai 26,2 triliun won Korea Selatan atau sekitar USD 17,1 miliar. Jumlah itu sekitar Rp 290,45 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.990). Anggaran tambahan itu untuk meringankan beban akibat kenaikan harga energi pada rumah tangga dan industri karena konflik di Timur Tengah telah menciptakan krisis pasokan.
Mengutip CNBC, sekitar 10,1 triliun won akan langsung ditujukan untuk meringankan beban harga minyak yang tinggi. Sementara langkah-langkah lain termasuk dukungan untuk eksportir dan peningkatan hibah kepada pemerintah daerah (pemda).
BACA JUGA:Prabowo Disambut Upacara Kehormatan Saat Tiba di Seoul
BACA JUGA:Maskapai Bujet Korea Selatan Setop Sebagian Rute Internasional Buntut Perang Iran vs Israel dan AS
BACA JUGA:Pendiri EO Technics jadi Miliarder Terbaru di Korsel Berkat Sektor Semikonduktor
BACA JUGA:5 Rekomendasi Tempat Menikmati Bunga Sakura di Korea Selatan, Tak Melulu Harus ke Jepang
Menteri Perencanaan dan Anggaran Park Hong-geun menyampaikan dukungan fiskal yang cepat diperlukan untuk meringankan kesulitan yang dihadapi mata pencaharian masyarakat sesegera mungkin dan untuk memastikan pemulihan ekonomi yang telah dihidupkan kembali dengan susah payah oleh pemerintahan saat ini tidak padam.
Harga minyak telah melonjak sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 karena krisis pasokan berdampak pada ekonomi Asia, terutama yang sangat bergantung pada impor dari Timur Tengah.
Korea Selatan, ekonomi terbesar keempat di Asia, mengimpor 94% energi, menurut laporan 2024 dari Sistem Informasi Statistik Energi Korea, dan hampir 72% minyak mentahnya berasal dari Timur Tengah.
Inti dari paket senilai 10,1 triliun won adalah alokasi 5 triliun won untuk pembatasan harga minyak bumi, yang diumumkan oleh Presiden Lee Jae Myung pada 9 Maret.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2026/02/05/2066631370.jpg)
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881264/original/019311900_1719914456-20240702-Mall_Pelayanan_Publik-HER_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3955588/original/090119900_1646713189-20220308-Harga-Bensin-AS-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468580/original/049228800_1767958127-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-_9_Januari_2026-1.jpg)