Jakarta – Ketika lanskap pengembangan residensial Australia tengah mengalami tekanan akibat melemahnya minat investor asing, khususnya dari China daratan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber permintaan terbesar, One Global Capital justru bergerak melawan arus.
BACA JUGA:Kumpulan Hoaks Catut Nama Australia: Modus Penipuan Lowongan Kerja hingga Bantuan Dana Palsu
BACA JUGA:Australia Resmi Larang Anak di Bawah Umur 16 Tahun Main Media Sosial
BACA JUGA:Pelapor Bintang Porno Bonnie Blue ke Polisi Bersuara: Pariwisata Bali Tak Butuh Publisitas dari Konten Pornografi
BACA JUGA:Australia Larang Anak Main Media Sosial, Lebih dari 1 Juta Akun Bakal Dihapus
Di saat banyak pengembang melakukan konsolidasi, menunda proyek, atau melakukan penyesuaian strategi menyusul meningkatnya pajak untuk pembeli asing, pajak properti bagi warga asing, perusahaan yang didirikan oleh Iwan Sunito ini justru mencatat performa solid yaitu memperluas skala usaha, mempercepat akuisisi, dan membuktikan kinerja yang jauh melampaui rerata industri.
One Global Capital resmi mencatat tonggak penting melalui perolehan lisensi AFSL Wholesale penuh, yang memungkinkan perusahaan mengelola modal dari investor beraset tinggi (high-net-worth) dan institusi dengan tata kelola serta struktur investasi yang jauh lebih canggih.
Dengan diperolehnya lisensi ini, One Global Capital berevolusi dari pengembang properti menjadi platform manajemen dana dan investasi real estat internasional—yang memperluas jangkauan investor termasuk dari Indonesia, salah satu pasar dengan pertumbuhan kelas menegah-atas tercepat di Asia.
Langkah ini mempertegas transformasi perusahaan menuju struktur yang lebih modern, transparan, dan relevan dengan tren global, terutama meningkatnya minat investor Asia Tenggara pada aset-aset stabil di negara maju seperti Australia.
Dalam dua tahun terakhir, Iwan Sunito secara strategis memperluas portofolio di koridor pertumbuhan paling dinamis di Sydney, seperti Green Square, Chatswood, Macquarie Park, dan Eastlakes—lokasi yang dipilih tak sekadar berdasarkan momentum pasar, tetapi karena potensi masa depannya.
Salah satu proyek unggulan, Eastlakes One Global Gallery, kini menjadi contoh nyata keberhasilan strategi counter-cyclical, yang bergerak berlawanan dengan arah siklus pasar. Dari sekadar pusat ritel lingkungan, proyek komersial ini berkembang menjadi mesin bisnis yang menjanjikan—melampaui proyeksi awal. Hal ini ditopang oleh kuatnya pendapatan sewa (yield) dan ekosistem ritel yang terkurasi serta berfokus pada komunitas.
Bahkan, Woolworths, salah satu penyewa utama (anchor tenant) sukses mencetak lonjakan omzet bulanan dari AUD140.000 menjadi lebih dari AUD520.000. Catatan ini menjadikannya salah satu gerai dengan omzet per meter persegi paling tinggi di Australia.
Riset yang dilakukan Savills di November 2025 lalu memperkuat narasi tersebut. Menurut konsultan properti ini, nilai aset Eastlakes One Global Gallery meningkat dari AUD19,5 juta saat diakuisisi pada September 2024 menjadi lebih dari AUD33 juta pada Oktober 2025, dengan lonjakan mencapai 69,2%.
“Dari sisi ekuitas, pertumbuhannya menembus 130% hanya dalam satu tahun pertama, sesuai proyeksi kami—hanya saja lebih cepat. Ini membuktikan bahwa disiplin strategi, kriteria seleksi aset, dan kekuatan berinvestasi pada kawasan yang memiliki nilai masa depan menjadi hal yang wajib diperhitungkan,” papar Iwan Sunito, Founder & CEO One Global Capital.
/2025/12/04/1281030887.jpg)
/2025/10/29/865650798.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/15/1325170386.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5402440/original/080099900_1762247242-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182572/original/043086700_1744095807-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_9.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4898437/original/015266300_1721643866-965ec85f-ffdc-4ba4-83ff-1fa9c30e62eb.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5139939/original/076629500_1740130101-IMG-20250221-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5498860/original/065344600_1770723530-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_18.37.15__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497419/original/068689300_1770627953-Mensesneg_Prasetyo.jpg)