Jakarta – Anggapan bahwa setiap pertunjukan seni atau kegiatan hiburan otomatis dikenakan pajak masih kerap ditemui di masyarakat. Padahal, ketentuan perpajakan daerah di DKI Jakarta menegaskan bahwa tidak semua kegiatan kesenian dan hiburan termasuk sebagai objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).
PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan pada dasarnya dikenakan atas penyelenggaraan hiburan yang bersifat komersial, yakni kegiatan yang memungut bayaran dari penonton atau pengunjung. Pajak ini menyasar acara seperti konser berbayar, pertunjukan hiburan dengan tiket masuk, serta fasilitas hiburan lain yang dijalankan untuk tujuan usaha.
BACA JUGA:Pelaporan SPT Tahunan PPh Tembus 4,95 Juta di Akhir Februari 2026
BACA JUGA:Pajak Sudah Dipotong Final, Kenapa Aset Kripto Tetap Harus Masuk SPT?
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Kripto Sentuh Rp 1,93 Triliun hingga Januari 2026
Namun demikian, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mengatur adanya pengecualian terhadap sejumlah kegiatan seni dan hiburan tertentu, meskipun secara bentuk merupakan sebuah pertunjukan.
Dasar Hukum Pengecualian Pajak Hiburan
Dalam ketentuan Perda tersebut, khususnya Pasal 49 ayat (2), disebutkan bahwa jasa kesenian dan hiburan yang tidak dipungut bayaran dikecualikan dari pengenaan PBJT. Artinya, unsur pemungutan bayaran menjadi faktor utama dalam menentukan apakah suatu kegiatan termasuk objek pajak atau tidak.
Pengaturan ini memberikan kepastian hukum bahwa kegiatan seni dan hiburan yang tidak bertujuan komersial tidak otomatis dikenai pajak daerah, meskipun diselenggarakan di ruang publik atau melibatkan penonton.
/2025/12/08/27044690.jpg)
/2025/12/30/1523668393.jpg)
/2021/08/03/765630265.jpg)
/2019/05/28/2127286568.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312207/original/096074800_1754908599-WhatsApp_Image_2025-08-11_at_4.44.48_PM.jpeg)

/2021/11/23/867443105.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5167102/original/009661500_1742306811-cdacf437-a867-44a0-8f7f-1cd7ef219f5b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453730/original/031694300_1766490130-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP___Maruarar_Sirait-23_Desember_2025a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4755137/original/049748900_1709027544-Logo_Netflix__Pixabay_.jpg)