Jakarta – Ketahanan pangan global saat ini berada di bawah tekanan yang semakin kompleks, dipicu oleh dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta persoalan struktural dalam sistem produksi pangan. Tekanan tersebut dirasakan kuat terutama di sektor hulu, tempat para petani menjadi aktor utama sekaligus pihak yang paling rentan terdampak.
Pakar Strategi Komunikasi dan Advokasi untuk Isu Sosial-Ekonomi Global, Stephen M. Kehoe, menilai sistem pangan dunia tengah menghadapi tantangan nyata. Di berbagai negara, petani—baik skala kecil maupun besar—dituntut untuk terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sekaligus beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang berlangsung cepat.
BACA JUGA:Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Dapat Tercapai dalam 3 Tahun
BACA JUGA:TNI Bantu Serap Gabah Petani, Harga Kini Stabil
BACA JUGA:UGM Gandeng Pemkab Kulon Progo Kembangkan Teknologi untuk Pertanian Modern
“Petani adalah fondasi dari sistem pangan global. Namun mereka juga yang paling terdampak oleh tekanan iklim, volatilitas ekonomi, dan perubahan pasar,” ujar Kehoe, dikutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, (9/2/2026).
Dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, tantangan tersebut menjadi semakin relevan. Meski dikenal sebagai negara agraris, Indonesia masih menghadapi kerentanan pasokan pangan serta risiko kehilangan dan pemborosan pangan, khususnya pada tahap produksi dan distribusi.
Pengalaman global menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional tidak dapat dilepaskan dari upaya melokalisasi produksi dan membangun hubungan yang lebih langsung dengan petani.
Isu kehilangan dan pemborosan pangan juga menjadi perhatian utama. Kehoe menekankan pentingnya pendekatan sistemik melalui penerapan model ekonomi sirkular.
Menurutnya, efisiensi penggunaan sumber daya—mulai dari air dan energi hingga pengelolaan limbah—tidak hanya berdampak pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan ketahanan sistem pangan secara keseluruhan.
“Pendekatan sirkular membantu menutup siklus produksi, mengurangi pemborosan, dan memaksimalkan nilai dari setiap sumber daya yang digunakan,” jelasnya.
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497140/original/095600500_1770617854-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_23.27.08.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
/2016/08/24/1683047056.jpg)
/2025/12/15/681864344.jpg)
/2025/12/15/394253959.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)