Jakarta – Kerugian ekonomi akibat perubahan iklim tembus Rp 2.005 triliun pada 2029. Nilai kerugian ekonomi tersebut naik empat kali lipat dari 2025 sebesar Rp 469 triliun.
Demikian disampaikan Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Nizhar Marimi saat taklimat media dikutip dari Antara, Selasa (2/6/2026).
BACA JUGA:Satgas PRR Susun Langkah Prioritas, Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Difinalisasi
BACA JUGA:Energi Surya dan Harapan Baru: Bagaimana Desa Ujir di Maluku Membangun Keberlanjutan
BACA JUGA:Lebaran Tahun Ini Kampung Nenek Tak Gelap Lagi, Kisah Pemuda Jakarta Jadi Operator PLTS di Ujung Maluku
Kerugian ekonomi akibat perubahan iklim diproyeksikan meningkat sekitar empat kali lipat, dari Rp 469 triliun pada 2025 menjadi Rp 2.005 triliun pada 2029,” ujar Nizhar Marizi.
Ia menuturkan, upaya pembangunan menghadapi tantangan yang makin kompleks. Salah satu akibat triple planetary crisis.
Triple planetary crisis meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.
Penguatan agenda mitigasi dan adaptasi iklim telah dilakukan melalui Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia 2031-2035 dan National Adaptation Plan (NAP) 2026-2030.
Sementara, pelindungan dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati dijalankan dengan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045 serta transformasi pola produksi dan konsumsi berkelanjutan oleh Peta Jalan dan Rencana Aksi Ekonomi Sirkular Indonesia.
Namun, kata Nizhar, prediksi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim bakal terwujud bila tidak ada aksi lanjutan.
Maka dari itu, Bappenas bersama Global Green Growth Institute (GGGI) menjalankan Green Indonesia Future Initiative (GIFT) 2026-2030.
Kerja sama GIFT ini diharapkan dapat mendatangkan peluang pendanaan lain untuk mewujudkan pembangunan rendah karbon di Indonesia, ujar Nizhar.
GIFT menargetkan mobilisasi investasi hijau sebesar 2 miliar dolar AS pada 2030, meningkat dua kali lipat dari akumulasi yang telah dicapai di semua fase sebelumnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3152885/original/014322900_1592208164-20200615-Mal-di-Senayan-Kembali-Dibuka-saat-PSBB-Transisi-HERMAN-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7600084/original/087151500_1780383670-IMG_4639.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7614062/original/078190500_1780399824-Menko_Airlangga_Hartarto-2_Juni_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4728087/original/055852000_1706368009-Peternakan_Sapi_Perah_Lokal_2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7614541/original/048003500_1780400387-fa8e32a0-abd0-41e0-a929-703598e595de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3397781/original/033656000_1615352740-000_94J2M2.jpg)