Jakarta – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI berkolaborasi dengan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) serta Kementerian Perindustrian RI dalam mengadakan Bimbingan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) bagi industri galangan kapal.
Kegiatan bertema Awareness Safety Leadership pada Industri Galangan Kapal tersebut berlangsung di Kantor Pusat BKI, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan keselamatan kerja di sektor maritim.
BACA JUGA:BUMN BKI Pastikan Kesiapan Infrastruktur Pelayaran di Libur Tahun Baru 2026
BACA JUGA:Tim SAR Temukan Serpihan Badan Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo Selasa Pagi 30 Desember 2025
BACA JUGA:PIS Catatkan 40,5 Juta Jam Tanpa Kecelakaan Kerja
BACA JUGA:Identitas 4 Turis Spanyol yang Hilang Akibat Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Industri galangan kapal merupakan salah satu sektor dengan risiko kerja yang tinggi, baik dari aspek keselamatan operasional maupun kesehatan pekerja. Penerapan SMK3 secara konsisten diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja, fatality, dan penyakit akibat kerja, sekaligus memastikan pemenuhan regulasi keselamatan yang berlaku.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diajak memperkuat kepemimpinan dalam keselamatan serta meningkatkan pemahaman mengenai praktik K3 yang efektif.
Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, menekankan pentingnya peran kepemimpinan dalam membangun budaya keselamatan.
Peningkatan keselamatan harus dimulai dari kepemimpinan. Workshop ini menjadi momentum bagi para pemimpin untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan industri galangan kapal yang lebih aman, ungkap dia, Selasa (6/1/2026).
Arief juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi keselamatan merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh pekerja galangan kapal.
“BKI siap mendukung setiap upaya peningkatan keselamatan di lingkungan galangan kapal, termasuk melalui edukasi dan penguatan awareness agar risiko dapat diminimalkan.”
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5290047/original/026639200_1753088112-kop2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5404530/original/019141600_1762409037-IMG_2773__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462839/original/012599100_1767590576-IMG-20260105-WA0002.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466256/original/080811800_1767840920-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_09.38.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3501844/original/089105700_1625531725-AP21187006471870.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)