Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar pasar murah Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Isy Karim mengatakan, kegiatan ini sepenuhnya diselenggarakan oleh koperasi di Kementerian Perdagangan. Sebagai upaya menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
“Penyelenggaraan pasar murah ini untuk pertama kalinya di lingkungan Kementerian Perdagangan tidak didukung oleh anggaran APBN. Ini murni kreasi koperasi di tengah efisiensi anggaran yang sedang kita lakukan,” ujar Isy dalam pembukaan pasar murah Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, di Kementerian Perdagangan, Rabu (18/2/2026).
BACA JUGA:Ada Gugatan UU APBN soal MBG oleh Guru Honorer, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya
BACA JUGA:Hilirisasi Tiga Komoditas Pertanian Setara Tujuh Tahun APBN
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi 6%, Keluar dari Kutukan 5%
Isy menjelaskan, pasar murah ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan bagi pegawai Kementerian Perdagangan serta masyarakat di sekitar kantor Kemendag. Sebanyak 75 tenant turut berpartisipasi, yang seluruhnya berasal langsung dari para supplier sehingga harga yang ditawarkan lebih terjangkau.
“Tenant-tenant ini hadir langsung dari supplier, jadi insya Allah harganya lebih murah dan bisa membantu masyarakat menjelang Ramadan,” katanya.
Selain supplier besar, Kemendag juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk membuka tenant. Langkah ini sekaligus menjadi ajang promosi pangan dan kuliner lokal, yang dinilai sejalan dengan kebijakan Menteri Perdagangan dalam mendorong produk dalam negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Isy juga menyampaikan anggota Koperasi Kementerian Perdagangan akan mendapatkan voucher belanja senilai Rp 150.000 yang dapat digunakan di seluruh tenant pasar murah.
Isy menambahkan, Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera Kementerian Perdagangan telah berdiri sejak 1978 dan saat ini memiliki 1.210 anggota atau sekitar 42% dari total pegawai Kemendag di pusat. Ia berharap ke depan semakin banyak pegawai yang bergabung sebagai anggota koperasi.
“Koperasi ini juga sejalan dengan program prioritas Presiden terkait penguatan koperasi, termasuk semangat Koperasi Merah Putih. Masa kita pembina koperasi tapi tidak punya koperasi yang kuat,” ujarnya.
/2025/09/09/1154512313.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2026/01/14/1374241906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188322/original/019489300_1595493636-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-6.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528396/original/032251600_1773283873-6eee7a33-b6f1-4584-b4fc-d02e5e477f14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529280/original/062761300_1773318836-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_10.36.01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4397366/original/016884800_1681642592-Angkutan_Mudik_Motor_Gratis_2023-TALLO_3.jpg)