Jakarta – Kasus bird strike atau tabrakan pesawat dengan burung serta satwa liar di Indonesia, diklaim meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dinilai harus menjadi perhatian semua pihak karena mengancam keselamatan penerbangan.
CEO Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi menuturkan, seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan harus terlibat aktif dalam upaya mitigasi insiden bird srtike. Bukan hanya maskapai, termasuk pilot di dalamnya, melainkan berbagai pemangku kepentingan.
BACA JUGA:Pesawat Iran Air Hancur Diserang AS–Israel di Bandara Bushehr
BACA JUGA:3 Maret 1974: Kecelakaan Pesawat Turkish Airlines, 345 Orang Tewas
BACA JUGA:Infografis Deretan Diskon Tiket Kereta hingga Pesawat Mudik Lebaran 2026
Terkait insiden Bird Strike ini juga disampaikan Daniel dalam forum diskusi (Aviation Sharing Session) dengan operator penerbangan dan stakeholder terkait di Kementerian Perhubungan pada Kamis 5 Maret 2026.
Data internal Lion Group menunjukkan bahwa, dari tahun 2012 hingga 2021 jumlah kasus bird strike masih berada pada tingkat minimal. Namun, tren tersebut mulai berubah sejak 2022 dengan peningkatan signifikan,ungkapnya, Jumat (6/3/2026).
Pada 2023, terjadi peningkatan tajam. Meskipun sempat mengalami penurunan tajam pada 2024, penurunan tersebut tampaknya hanya sementara. Sebab, pada 2025 jumlah kejadian justru mencapai titik tertinggi selama periode.
Sementara pada 2026, insiden bird srike masih terus terjadi,katanya.
Tren peningkatan insiden bird strike dan satwa liar ini, menurut Daniel, tidak hanya terjadi di Lion Group. Tapi, diakui juga oleh para maskapai lain.
Menurutnya, insiden tabrakan pesawat dengan burung tidak hanya menimbulkan potensi kerugian finansial bagi maskapai, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan penerbangan.
“Risiko bird strike bisa mulai dari kerusakan ringan hingga yang paling fatal. Jangan sampai terjadi fatal accident,” katanya.
Daniel mengingatkan agar Indonesia tidak kembali mengalami penurunan reputasi keselamatan penerbangan seperti yang pernah terjadi pada 2007, ketika sejumlah maskapai Indonesia mendapat larangan terbang ke Eropa dan penurunan kategori keselamatan penerbangan internasional.
/2022/02/03/357761973.jpg)
/2024/06/27/487465856.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/17/1354237420.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522745/original/092684000_1772775227-Cadangan_Devisa.jpg)
/2024/12/04/736099509.jpg)
/2024/07/04/253076178.jpg)
/2023/08/21/965794062.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523275/original/084776600_1772799017-IMG_2105.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523296/original/057359200_1772800398-667f9b46-cd0a-49ae-b436-68ffe40f6402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)