Jakarta – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin ingin menambah jumlah kereta di lintas KRL tujuan Rangkasbitung. Dia juga berencana merombak sistem persinyalan KRL untuk memangkas waktu tunggu atau headway antarkereta.
Dua hal tersebut diperlukan untuk mengurai kepadatan KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Mengingat okupansi puncaknya bisa mencapai 160% dari kapasitas rangkaian kereta.
BACA JUGA:KAI Ungkap Penyebab KRL Rangkasbitung Selalu Penuh Sesak
BACA JUGA:KAI Kebut Pengembangan Peron di Stasiun Bogor, Target Selesai Bulan Depan
BACA JUGA:Cerita Penumpang Saat KRL Duri-Tangerang Alami Gangguan Mendadak
BACA JUGA:Perjalanan KRL Tangerang Kembali Normal Usai Gangguan
Untuk menambah jumlah kereta dari stamformasi (SF) 8 dan 10 menjadi 12 kereta per rangkaian dibutuhkan penambahan daya listrik aliran atas (LAA) di lintas tersebut. Caranya, dengan menambah 11 gardu traksi listrik.
Insya Allah dalam 2 minggu ini kami akan mulai melakukan pekerjaannya, yang pertama itu adalah peningkatan daya untuk LAA-nya. Jadi peningkatan daya untuk LAA ini tidak simple kita meningkatkan daya PLN saja, tapi harus menambah 11 gardu, gardu traksi namanya, ungkap Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (3/6/2026).
Pasalnya, saat ini daya listrik di lintas Rangkasbitung hanya 3.000 volt, berbeda dengan lintas Bogor dan Bekasi dengan daya 4.000 volt. Keterbatasan daya itu membuat rangkaian 12 kereta tak bisa dioperasikan sehingga kapasitas angkutnya terbatas.
Nah dengan demikian dayanya cukup, SF12 itu bisa masuk ke Tanahabang ke Rangkasbitung, ujar dia.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7686764/original/085046800_1780483309-Direktur_Utama_Hartadinata_Abadi__Sandra_Sunanto-3_Juni_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7614062/original/078190500_1780399824-Menko_Airlangga_Hartarto-2_Juni_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4728087/original/055852000_1706368009-Peternakan_Sapi_Perah_Lokal_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7660040/original/046727000_1780453477-1000775495.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7614541/original/048003500_1780400387-fa8e32a0-abd0-41e0-a929-703598e595de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3397781/original/033656000_1615352740-000_94J2M2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3152885/original/014322900_1592208164-20200615-Mal-di-Senayan-Kembali-Dibuka-saat-PSBB-Transisi-HERMAN-6.jpg)