Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghitung butuh triliunan rupiah untuk menata perlintasan sebidang di Indonesia. Ada sekitar 1.810 perlintasan sebidang tanpa penjaga dan perlu ditata ulang maupun ditutup permanen.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengungkapkan total ada 3.674 perlintasan sebidang, 1.810 diantaranya tidak dijaga. Dari jumlah itu, 172 perlintasan sebidang dengan lebar jalan di bawah 2 meter ditutup, dan 1.638 lainnya akan jadi prioritas penanganan keselamatan. Bagian terakhir ini memerlukan dana cukup besar.
BACA JUGA:Merger KAI dan INKA Rampung Tahun Ini
BACA JUGA:Stasiun Karet Rawan Kecelakaan, Bakal Digabung dengan BNI City
BACA JUGA:KAI Mau Tambah Jumlah KRL Rangkasbitung
Maka ini akan kami buatkan perlintasan, portal atau pengaman untuk peningkatan keselamatan, dan jalan-jalan yang cukup ramai itu kami rencanakan untuk mengusulkan kepada pemerintah itu membuatkannya tidak sebidang lagi, ungkap Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (3/6/2026).
Dia mencatat ada sekitar 40 perlintasan sebidang yang perlu dibuatkan akses jalan semacam flyover. Sementara itu, soal penataan 1.638 perlintasan tadi, Bobby menghitung setidaknya butuh dana Rp 1,2 triliun.
Nah untuk JPL-nya (Jalur Perlintasan Langsung) sendiri kami sudah melakukan estimasi kebutuhan dari capex-nya (capital expenditure atau belanja modal) itu sekitar Rp 1,2 triliun, ujarnya.
Estimasi biaya untuk penguatan keamanannya mencakup gardu dan alat pengamanan sekitar Rp 200 juta per titik, pintu perlintasan elektrik Rp 500 juta per titik, pintu perlintasan mekanik Rp 200 juta per titik, hingga perlengkapan lainnya senilai Rp 100 juta per titik.
Adapun, peningkatan keselamatan dilakukan dalam beberapa tahap. Yakni, pemenuhan kelengkapan dasar berupa petugas penjaga, gardu penjaga, dan alat komunikasi. Diikuti dengan sirine, lampu flip-flop, CCTV, dan panic button. Berikutnya dilakukan evaluasi teknis sistem palang pintu perlintasan sebelum dilakukan pemasangan palang pintu perlintasan sesuai kelas jalan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1650979/original/007849000_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4033430/original/048968500_1653467636-20220525-FOTO---SUSU-SAPI-Herman-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4568442/original/087912500_1694165419-20230908-Harga_Gabah-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7598456/original/044037900_1780382033-1000336210.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7698224/original/015861700_1780496754-10593.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7736658/original/066542700_1780542856-Screenshot_2026-06-04_101336.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7737820/original/022534900_1780544171-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_09.13.25_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)