Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama lima asosiasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) mendorong pemerintah membuka ruang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor Skill Support Worker/Skill Domestic Worker ke Timur Tengah melalui jalur legal, selektif, dan terukur.
Waketum Bidang Perlindungan Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia KADIN Indonesia, Nofel Saleh Hilabi mengatakan, pemerintah perlu mengubah pendekatan dari pembatasan menuju evaluasi berbasis data tanpa mengurangi aspek perlindungan PMI.
BACA JUGA:Pegadaian dan Kadin Indonesia Kolaborasi Perluas Ekosistem Emas dan Akses Pembiayaan Dunia Usaha
BACA JUGA:Manufaktur RI Lepas dari Kontraksi, Kadin Ungkap Pemicunya
KADIN tidak mendorong pemerintah mengabaikan aspek perlindungan PMI. Kami justru ingin memastikan kebutuhan tenaga kerja di Timur Tengah dipenuhi melalui jalur resmi, selektif, terukur, dan terlindungi. Negara perlu hadir agar peluang kerja global tidak mendorong masyarakat masuk ke jalur penempatan ilegal,” kata Nofel di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Ia mendorong pengembangan skema Syarikah untuk penempatan PMI Skill Support Worker/Skill Domestic Worker dengan melibatkan P3MI sebagai pelaksana dan KADIN sebagai fasilitator antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan mitra negara tujuan. Usulan skema Syarikah tersebut juga menjadi salah satu gagasan utama yang dibahas dalam pertemuan KADIN dan asosiasi P3MI dengan KSP.
Kami menawarkan skema Syarikah dengan melibatkan P3MI sebagai pelaksana dan KADIN sebagai fasilitator. Skema ini dapat mempertemukan kebutuhan pasar kerja dengan kepentingan perlindungan PMI sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi Indonesia, ujar Nofel.
Ia menilai, skema resmi dapat menekan praktik penempatan tidak prosedural sekaligus memberikan kepastian kontrak kerja, kompetensi, upah, jaminan perlindungan, dan mekanisme pengaduan bagi PMI.

/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2023/03/25/386341352.jpg)
/2026/03/10/984908556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329232/original/064579100_1787227761-Gerai_Target-20_Agustus_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327954/original/075423800_1787130407-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328422/original/063453300_1787194412-email-attachment_2026_08_20_immanuel-christian_ibma-resmi-diluncurkan-bidik-pertumbuhan-bullion-double-digit_IMG_6559.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291209/original/008347500_1783508209-Direktur_Utama_PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero___Bobby_Rasyidin-_8_Juli_2026b.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955060/original/018515100_1646657160-7_maret_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)