Jakarta – Kabut asap mengganggu jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Sebanyak 19 penerbangan menuju Wamena dan Oksibil ditunda karena jarak pandang di bandara tujuan terbatas dan belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
PGS General Manager Bandara Internasional Sentani Joko Prasetiyono mengatakan, penerbangan yang terdampak terdiri dari pesawat kargo dan penumpang. Maskapai yang menunda penerbangan tersebut adalah Trigana Air dan Wings Air.
BACA JUGA:Kabut Asap dan Angin Kencang Ganggu Penerbangan di Palu, Batik Air Batal Terbang
BACA JUGA:Penerbangan Terganggu Akibat Bencana, Apa yang Perlu Disiapkan Wisatawan?
Dari data Jumat (16/10) pukul 17.30 WIT, terungkap 19 penerbangan yang dibatalkan, terdiri dari pesawat kargo dan penumpang tujuan Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, kata PGS General Manager Bandara Internasional Sentani Joko Prasetiyono, dikutip dari Antara, Sabtu (17/10/2026).
Joko menjelaskan, penundaan penerbangan terjadi karena kondisi cuaca di wilayah Pegunungan Papua yang berubah-ubah. Selain itu, jarak pandang di bandara tujuan tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk menjamin keselamatan penerbangan.
Dua wilayah yang terdampak gangguan tersebut adalah Wamena di Kabupaten Jayawijaya dan Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang. Kondisi ini membuat penerbangan menuju kedua wilayah tersebut belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan, terutama saat pesawat akan mendarat di bandara tujuan. Pengelola bandara pun terus memantau perkembangan cuaca bersama sejumlah pihak terkait.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375537/original/049333800_1792153756-Citi_Logo_Ambiance.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4725790/original/071920300_1706152136-publikasi_1706110433_65b12de1af2b3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)