Jakarta – Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent membahas pergerakan nilai tukar yen pada Jumat. Pembicaraan berlangsung di tengah kekhawatiran Presiden AS Donald Trump terhadap pelemahan yen Jepang.
Mengutip Anadolu, Sabtu (26/9/2026), kedua pejabat keuangan tersebut membahas isu nilai tukar melalui pertemuan daring. Keduanya juga menegaskan bahwa nilai yen yang terlalu rendah merupakan sebuah masalah.
BACA JUGA:China dan AS Sepakati Pemangkasan Tarif Rp 537 Triliun
BACA JUGA:Trump Pangkas Anggaran Pendidikan, Pendiri Nike Sumbang Rp 17,93 Triliun Buat Almamater
Katayama mengatakan dirinya berharap penjualan yen secara berlebihan mulai mereda. Menurut dia, kemungkinan terjadi “kesalahpahaman” di pasar yang menyebabkan tekanan terhadap yen, sehingga tren tersebut berpotensi berbalik.
Bessent sebelumnya mendorong Tokyo untuk memperkuat yen. Pelemahan yen dinilai dapat meningkatkan tekanan inflasi di Jepang. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang berpotensi mendorong imbal hasil surat utang AS lebih tinggi.
Bessent mengatakan pembicaraannya dengan Katayama berlangsung produktif.
“Pembicaraan kami melanjutkan diskusi Presiden Trump dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi awal pekan ini dan mencerminkan kuatnya kemitraan AS-Jepang,” kata Bessent melalui X.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)