Jakarta – Kesehatan mental finansial sering kali teruji ketika teman sekantor memamerkan tiket konser di unggahan media sosial. Tiket yang ludes dalam hitungan menit tak jarang memicu perasaan takut tertinggal (fear of missing out/FOMO) di kalangan anak muda.
Generasi Z (Gen Z) sebenarnya paham mengenai konsep menabung. Namun, jempol kerap lebih cepat menekan tombol beli hingga saldo gaji tersisa separuh akibat terjebak FOMO dan berakhir pada perilaku belanja impulsif (doom spending).
BACA JUGA:Algoritma Sosmed Bahaya Buat Investasi? Ini Tips Pintar Anak Muda Lawan FOMO
BACA JUGA:BCA Gandeng Pegiat Lari Gen Z, Ungkap Koneksi Olahraga dengan Investasi
BACA JUGA:Cara Mendidik Anak Mengelola Uang Sejak Dini dengan Metode 3 Stoples
Kepala Direktorat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Andi Muhammad Yusuf mengamini nyata tekanan tersebut. Fenomena FOMO maupun you only live once (YOLO) tidak selalu terjadi karena kurangnya pemahaman finansial.
Bisa jadi karena ada tekanan dari lingkungan, ingin ikut tren, tidak ingin ketinggalan dari teman-teman yang lain, ujar Yusuf dalam peluncuran buku Dear Money, We Need to Talk di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta.
Director of Business BCA Digital Duardi Prihandiko turut mengaminkan hal senada. Menurutnya, ilmu keuangan saat ini sangat mudah diakses dari mana saja.
Anak muda sekarang jauh lebih pintar daripada generasi sebelumnya. Yang penting ada alat yang membantu mereka, ujar Duardi.
Sementara itu, Head of Brand Experience & Community BCA Digital Rudini Triyadi menilai FOMO dan YOLO bersumber dari dorongan internal dan pengaruh lingkungan.
Menabung itu lebih mudah dibanding menahan diri untuk pengeluaran (spending). Yang paling sulit itu mengendalikan diri, kata Rudini.
Ia menambahkan, pengeluaran untuk rekreasi atau healing demi kesehatan mental sering dilakukan tanpa perhitungan matang. Kalau uangnya belum cukup, ya artinya belum waktunya, tegas Rudini mengenai pentingnya kendali diri.
/2025/04/15/1380802889.jpg)
/2024/10/24/1148559830.jpg)
/2026/04/18/1486686292.jpg)
/2023/12/17/1380818961.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002630/original/007588900_1731407780-22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372680/original/084137500_1791886721-WhatsApp_Image_2026-10-12_at_16.01.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372866/original/085182200_1791898517-email-attachment_2026_10_13_ardiansyah-putra_bukan-cuma-batu-bara-kai-angkut-296-ribu-ton-semen-dan-bbm-di-lampung_1001758121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372599/original/079090800_1791884421-email-attachment_2026_10_13_ariefhakim-at-klyid_wamenkeu-klaim-coretax-bikin-basis-pajak-naik-2-juta_1000471513.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2269517/original/068433600_1530766531-Warga-Uruguay2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368403/original/086776600_1791433026-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466330.jpg)