Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap disiplin menjaga batas maksimal defisit anggaran sebesar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Langkah ini menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga kredibilitas APBN serta memberikan sinyal kepastian bagi para investor dan pelaku pasar.
Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menjelaskan bahwa patokan defisit anggaran dan rasio utang bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan panduan hukum yang wajib dipatuhi demi kesehatan fiskal jangka panjang.
BACA JUGA:Lantik 17 Pejabat Kemenkeu, Suahasil Nazara Minta Target APBN 2026 Dituntaskan
BACA JUGA:Top 3: Bedah APBN 2027 Rp 4.106 Triliun
Saat ini kami berkomitmen pada aturan defisit fiskal 3% dan maksimal rasio utang 60% terhadap PDB. Ini memberikan sinyal kepercayaan kepada pasar bahwa kami dapat terus menjalankannya,” ujar Menkeu mengutip laman resmi kementerian, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, reputasi pengelolaan anggaran Indonesia yang teruji selama puluhan tahun menjadi fondasi kuat yang harus terus dipertahankan.
Indonesia telah sangat kredibel dalam 20–25 tahun terakhir. Aturan fiskal kita tetap berlaku dan dari waktu ke waktu, kita perlu memperbarui komitmen untuk mematuhinya dan memastikan APBN terus menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, serta tetap kredibel dan sehat, tegas Menkeu.
Lebih dari sekadar angka defisit, Menkeu Suahasil menekankan bahwa kejelasan tujuan kebijakan dan transparansi komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik maupun komunitas internasional.
Komunikasi adalah salah satu hal penting yang ditunggu masyarakat. Namun, hal penting lainnya adalah kualitas kebijakan. Bukan hanya angka APBN, tetapi yang lebih penting adalah apa tujuan dari kebijakan tersebut,” imbuhnya.
/2022/10/20/1604525335.jpg)
/2025/01/30/132458517.jpg)
/2026/01/20/2143562902.jpg)
/2023/02/03/56809105.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492849/original/070897200_1770187550-1000225029.jpg)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4033430/original/048968500_1653467636-20220525-FOTO---SUSU-SAPI-Herman-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293736/original/020014800_1783747097-ChatGPT_Image_Jul_11__2026__12_17_56_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)