Jakarta – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menilai agenda keberlanjutan (sustainability) tidak hanya berkaitan dengan isu iklim, tetapi juga menjadi bagian dari ketahanan ekonomi Indonesia.
Anindya menyebut ketahanan energi kembali menjadi perhatian utama pada 2026. Menurut dia, konflik di Timur Tengah menunjukkan gawatnya kondisi pasar energi global. Dampak konflik tersebut, menurut Anindya, tercermin pada harga minyak bumi.
BACA JUGA:Pengusaha Pede Neraca Perdagangan Indonesia Masih Bisa Surplus
BACA JUGA:BI Rate Ditahan 5,75%, Pengusaha Lirik Peluang Ekspansi
BACA JUGA:Bos Kadin Semringah Ada Insentif Pajak Industri Tekstil
BACA JUGA:Usung Indonesia Incorporated, Kadin Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas
Pada 2026, harga minyak disebut melonjak dari US$ 65 (sekitar Rp 1,1 juta mengacu pada kurs Rp 17. 867) per barel menjadi US$ 110 (Rp 1,9 juta) per barel. Kenaikan tersebut juga dipengaruhi hambatan di Selat Hormuz yang membatasi pergerakan kapal tanker di salah satu jalur energi utama dunia.
Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan serius bagi Indonesia. Anindya menyebut konsumsi bahan bakar Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi minyak domestik hanya sekitar 600.000 barel per hari. Dengan demikian, terdapat defisit sekitar 1 juta barel per hari.
Ketergantungan inilah yang membuat kita rentan ketika harga global berfluktuasi, kata Anindya.
Di tengah kondisi tersebut, Anindya melihat Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat ketahanan energi dengan mempercepat elektrifikasi, meningkatkan skala energi terbarukan, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.
/2023/12/09/1455199722.jpg)
/2022/10/20/1604525335.jpg)
/2025/01/30/132458517.jpg)
/2026/01/20/2143562902.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4794498/original/094041800_1712230691-20240404-Harga_Bahan_Pangan_Naik-ANG_1.jpg)
/2026/06/10/159166935.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354743/original/043043400_1790061615-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_14.16.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5295455/original/017936600_1753443100-1000438797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367243/original/002068700_1791340884-Menteri_Ketenagakerjaan__Yassierli_di_Gedung_DPR-7_Oktober_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4151488/original/074403800_1662635692-Kenaikan-Harga-Beras-Imbas-BBM-Iqbal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3950243/original/090266900_1646204114-20220302-Pengusaha-minta-penundaan-kebijakan-zero-odol-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)