Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap industri tekstil kesulitan mendapat pembiayaan dari bank. Hal ini menghambat perusahaan untuk berkembang.
Dia menjelaskan, industri tekstil dipandang sebagai sektor yang masuk masa tenggelam atau \’sunset industry\’. Kondisi itu menjadikan tekstil tak bisa tumbuh.
BACA JUGA:Kredit Perbankan Tembus Rp 8.659 Triliun, Simak Sektor Paling Ngebut
BACA JUGA:Jurus Menkeu dan Gubernur Bank Sentral Se-ASEAN Antisipasi Dampak Konflik di Timur Tengah
BACA JUGA:Kredit Perbankan Tembus Rp 8.659 Triliun per Maret 2026
Salah satu kenapa tekstilnya enggak bisa tumbuh kenapa? Karena dianggap sebagai sunset industry, ujar Purbaya kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Dia mengatakan, pandangan itu membuat perusahaan tekstil sulit mendapat pinjaman bank, bahkan untuk peremajaan mesin untuk menjaga produktivitas.
Salah satu solusinya, dia menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Langkah tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Purbaya berharap upaya itu mampu menjaga industri tekstil tetap hidup.
Sunset Industry, dia susah sekali dapat pinjaman ke bank untuk peremajaan mesin. Makanya saya tadi pakai LPEI kita sudah ketemu dengan perusahaan tekstil asosiasi itu. Sekarang kita akan menjalankan dalam waktu enggak terlalu lama, beber dia.
Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Sebelumnya, Purbaya buka suara soal potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri Tanah Air. Dia akan mengerek pertumbuhan ekonomi lebih cepat kedepannya.
Purbaya mengaku akan mempelajari informasi mengenai kabar potensi PHK tersebut. Penguatan ekonomi akan menjadi prioritas utamanya.
Saya akan pelajari gini. Saya akan dorong lagi pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih cepat, kata Purbaya kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.



/2026/02/02/899006842.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1772953/original/042422600_1510889478-586163548.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380634/original/015561300_1760428049-AP25286362411092.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574732/original/093442300_1777973753-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-5_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181748/original/004753900_1594892570-20200716-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574766/original/017693600_1777977090-IMG_2813__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)