Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana stop impor solar dan produk bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan. Meskipun, Indonesia diwajibkan membeli produk minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat (AS).
Kesepakatan dagang atas tarif resiprokal AS atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) memuat RI harus membeli produk migas AS USD 15 miliar setiap tahunnya. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia mengatakan, hal itu menjadi bagian dari kesepakatan perdagangan antara kedua negara.
BACA JUGA:Miliarder AS Leon Cooperman Menambah Kepemilikan Saham di Manchester United
BACA JUGA:Kesepakatan Indonesia dan AS: Kurangi Ketergantungan ke China
BACA JUGA:Indonesia dan AS Teken Tarif Resiprokal, Bos Kadin Bidik Investasi Melonjak
BACA JUGA:Pangeran Andrew Diamankan dalam Kasus Epstein | Prabowo Beri Hormat Usai Dipuji Trump
Yang jelas ini kan sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan dengan Amerika Serikat, ini kan dalam rangka menyeimbangkan tarif perdagangan kedua belah pihak ya, dan akhirnya memang kita harus bersepakat untuk membeli BBM dari Amerika, kata Anggia, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Soal detail rencana impor BBM tadi, Anggia masih belum memberikan rinciannya. BBM sejauh ini, tapi kan masih berproses, kita tunggu nanti seperti apa, nanti tunggu dari sana dulu ya, detailnya seperti apa, ucap dia.
Meski ada perjanjian tersebut, dia menekankan komitmen pemerintah untuk menyetop impor BBM, seperti solar tetap akan dijalankan.
Tapi tidak melepaskan bahwa kita tetap harus mengedepankan kemandiran energi kita dalam hal yang komitmen Pak Menteri untuk stop impor solar dan lain-lainnya tetap jalan, tegas dia.
/2025/01/14/1692653614.jpg)
/2025/08/20/466700334.jpg)
/2025/11/24/535742307.jpg)
/2025/08/03/1270988211.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1019880/original/024638800_1444741706-20151013-Aktivitas-Pekerja-Tekstil-Garmen-Jakarta-05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341346/original/058000800_1757310279-1000075378.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507756/original/063758900_1771548196-WhatsApp_Image_2026-02-20_at_07.24.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5170217/original/039135200_1742596938-20250322-Penukaran_Uang-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507499/original/070162600_1771494471-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_15.33.22__3_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)