Jakarta – Indonesia dinilai tidak kebal dari perlambatan ekonomi global, namun tetap menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia dan pasifik.
Hal ini tercermin dalam laporan terbaru Bank Dunia East Asia & Pacific Economic Update April 2026, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi kawasan akan melambat pada 2026 sebelum kembali menguat pada 2027.
BACA JUGA:Prediksi Purbaya Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026
BACA JUGA:Bank Dunia Ungkap Tantangan Struktural Indonesia: dari SDM hingga Regulasi
BACA JUGA:Bank Dunia Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Melambat
Dikutip dari laporan tersebut, Kamis (9/4/2026), Indonesia tetap berada dalam jalur pertumbuhan positif hingga beberapa tahun ke depan, meskipun mengikuti tren perlambatan yang terjadi secara global.
Bank Dunia mencatat, konsumsi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi.
Selain itu, investasi publik juga turut mendukung aktivitas ekonomi, meskipun investasi swasta masih menunjukkan kehati-hatian di tengah ketidakpastian global.
Kondisi ini mencerminkan bahwa struktur ekonomi Indonesia yang ditopang oleh konsumsi domestik memberikan bantalan terhadap tekanan eksternal.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2026/02/08/1636791920.jpg)
/2022/02/23/885391879.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196554/original/086520400_1745413930-20250423-Perkotaan-ANG_1.jpg)
/2017/06/14/1946894088.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550878/original/068435800_1775710919-Gemini_Generated_Image_39m1m439m1m439m1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550464/original/070550700_1775698382-38039b87-fe4d-428a-8980-d1deb1609409.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551151/original/014052200_1775719526-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_13.10.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551448/original/064483400_1775726721-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_16.05.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550333/original/023387700_1775653134-PHOTO-2026-04-08-17-09-17.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550332/original/018252100_1775653118-PHOTO-2026-04-08-17-09-19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541737/original/080028800_1774882683-IMG-20260330-WA0101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549359/original/003858900_1775617048-IMG-20260408-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5337503/original/092769700_1756899849-1001002551.jpg)