Jakarta – Indonesia membutuhkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan kebutuhan investasi tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, hilirisasi, dan transisi energi.
BACA JUGA:Airlangga Sebut Produk Baja Indonesia Dihantam Tarif 50% Masuk Eropa-AS
BACA JUGA:Zulkifli Sebut Indonesia Menuju E20 dalam 5 Tahun
BACA JUGA:Indonesia Siapkan Pembangunan PLTN Berkapasitas 7 GW
“Untuk mencapai target tersebut, kita membutuhkan investasi lebih dari Rp 13.000 triliun dalam lima tahun, atau lebih besar daripada investasi yang berhasil kita tarik selama 10 tahun sebelumnya jika digabungkan,” ujar Rosan dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Rosan mengatakan Indonesia mencatat realisasi investasi lebih dari US$120 miliar pada 2025, tumbuh 12,7% secara tahunan dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Pada enam bulan pertama 2026, realisasi investasi telah mencapai US$61 miliar, tumbuh 7,2% secara tahunan dan menciptakan sekitar 1,45 juta lapangan kerja.
Rosan mengatakan industri hilirisasi kini menyumbang sekitar 30% dari total investasi Indonesia dan terus tumbuh dengan dukungan investor domestik maupun internasional.
“Hilirisasi tetap menjadi salah satu pilar utama strategi ekonomi kita,” kata Rosan.
Rosan mengatakan pemerintah mengarahkan investasi pada tiga sektor utama, yaitu elektrifikasi, hilirisasi yang lebih bersih, dan biofuel.
Pada sektor elektrifikasi, Indonesia telah memproduksi sel baterai melalui dua pabrik besar bersama Hyundai serta CATL dan IBC yang mulai beroperasi secara bertahap pada Agustus 2026.
Rosan menyebut satu dari setiap enam mobil baru yang terjual di Indonesia kini merupakan kendaraan listrik sepenuhnya, sedangkan lebih dari dua pertiganya telah dirakit di dalam negeri.
/2022/10/20/1604525335.jpg)
/2025/01/30/132458517.jpg)
/2026/06/10/159166935.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1097050/original/024845800_1451399636-20151229-BPK-RI-YR-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/922189/original/061254600_1436330199-tol-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328650/original/075500600_1787203805-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365309/original/065355400_1791172685-Depositphotos_874855176_L.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322011/original/064657000_1786514057-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_53_39_PM.jpg)