Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia bisa menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jadi jika menerapkan BBM E50. Maka, saat ini peta jalan atau roadmap-nya ikut disiapkan Kementerian ESDM.
Bahlil mengatakan, rencana pengembangan campuran bensin dengan bioetanol 50 persen jadi mandat Presiden Prabowo Subianto. Utamanya, untuk menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
BACA JUGA:Pupuk Indonesia Kejar Peremajaan 8 Pabrik dalam 5 Tahun
BACA JUGA:Timnas Voli Putri Indonesia Tekuk Vietnam 3-0, Selangkah Lagi Rebut Posisi 5 Asian Games 2026
BACA JUGA:Teqball Bikin Thailand Jadi Raja Asia Tenggara di Klasemen Asian Games 2026
BACA JUGA:Lantik Pejabat Baru, Ini Pesan Suahasil Nazara untuk Ditjen Pajak
Kalau ini mampu kita lakukan ke E50, insyaallah, insyaallah target kita, kita tidak lagi melakukan impor, impor bensin yang jadi, produk jadi, kata Bahlil di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Nah, kalau ini mampu kita lakukan, itu pasti ketahanan energi kita tidak lagi kita menggantungkan ke luar secara besar. Itu kira-kira pikirannya, imbuh dia.
Bahlil menegaskan belum ada waktu pasti pengolahan E50 tadi, pasanya, Dewan Energi Nasional (DEN) lebih dahulu menyusun roadmap sebelum mulai implentasinya. Adapun, pemerintah berencana memulai penerapan campuran bioetanol ke bensin mulai dari E10 pada 2027, tahun depan.
Satu hal yang ditekankan Bahlil adalah tak ingin sumber campuran bioetanol malah harus didatangkan dari impor. Untuk itu, diperlukan kesiapan industri penghasil bioetanol di dalam negeri.
Contoh 2027 kita akan menerapkan E10, 2028 kita akan bangun E20, sampai ke depan. Tetapi, kita harus menyesuaikan dengan industri kita. Kita tidak mau menerapkan E10, E20, atau E50, tapi etanolnya diimpor dari luar, sama aja itu. Jadi kita ingin untuk memanfaatkan produksi kita dalam negeri, jelas dia.
/2026/03/03/211359048.jpg)
/2026/06/02/1238642235.jpg)
/2024/02/28/568105007.jpg)
/2026/06/02/1298124770.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353342/original/073453900_1789961127-IMG_7201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474423/original/065994600_1768476612-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356767/original/013627700_1790220690-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_10.21.532.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356435/original/065641400_1790167220-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_19.30.44.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309009/original/092642800_1785214589-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_43_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351711/original/015697700_1789711858-ChatGPT_Image_Sep_18__2026__01_10_32_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137056/original/0800_1739923650-DALL__E_2025-02-19_07.06.16_-_A_futuristic_digital_illustration_representing__Altcoin_Season__in_the_cryptocurrency_industry._The_image_features_a_golden_Bitcoin_symbol_in_the_back.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)