Jakarta – India dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani kerangka kerja sama strategis di sektor mineral kritis dan logam tanah jarang (rare earth). Kesepakatan tersebut mencakup kegiatan pertambangan, pengolahan, daur ulang hingga investasi yang terkait dengan rantai pasok mineral penting untuk industri teknologi masa depan.
Kesepakatan itu diteken oleh Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di New Delhi, Selasa waktu setempat.
BACA JUGA:Ikuti India, Malaysia Kenakan Bea Masuk Emas Batangan
BACA JUGA:Menlu AS Foto di Taj Mahal, Iran Ingatkan Akar Sejarah Persia di Baliknya
BACA JUGA:Saat Miliarder India Getol Beli Perusahaan Asing
BACA JUGA:Megawati dan Dubes India Bertemu di Menteng, Bercengkrama Saling Nostalgia Bahas Ini
BACA JUGA:Harga BBM di India Kembali Naik Gara-Gara Perang Iran
Dikutip dari aljazeera, Rabu (27/5/2026), kerja sama tersebut dinilai menjadi langkah penting bagi kedua negara dalam mengamankan pasokan bahan baku yang dibutuhkan untuk industri kendaraan listrik, semikonduktor, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga kebutuhan pertahanan.
Kesepakatan ini juga muncul ketika AS terus berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap China yang selama ini mendominasi pasar global mineral kritis dan logam tanah jarang.
Selain kesepakatan bilateral dengan AS, India juga mengumumkan kerangka kerja sama mineral kritis bersama negara-negara anggota Quad yang terdiri dari AS, Jepang, Australia, dan India.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525570/original/011594200_1773045465-1000256158.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6484358/original/030209800_1779343577-1000324698.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7031809/original/057648900_1779806408-Beasiswa_pendidikan_bagi_anak_korban_bencana_Sumatera-26_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7018958/original/087133400_1779792505-IMG-20260526-WA0033.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6607640/original/038035400_1779442204-publikasi_1779419760_6a0fca70e1047.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7006208/original/082238100_1779777748-WhatsApp_Image_2026-05-26_at_13.15.46__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552762/original/095126100_1775826104-Menaker_Ajukan_Tambahan_150_Ribu_Kuota_Magang_Nasional_2026_-_2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493433/original/072755900_1770214249-1000225263.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3528262/original/070069900_1627890127-Mukesh.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509317/original/022094500_1771679285-CIO_Danatara_Pandu_Sjahrir_2.jpg)