Jakarta – Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurrahman menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi tetap relevan jika dilihat dari manfaat jangka panjang lintas generasi.
“Kita lihat dalam rangka OGIDN atau Overlapping Generation Indonesia model ini, ketidaksignifikanan dampak makro ekonomi kan kecil ya, 0,15-an lah gitu ya,” ujar Rizal dalam diskusi daring INDEF, Kamis (8/1/2026).
BACA JUGA:Anggaran MBG 2026 Naik 4 Kali Lipat, INDEF Ingatkan Risiko Beban Fiskal
Dia menuturkan, hasil analisis tersebut juga konsisten dengan metode lain yang digunakan INDEF. Menggunakan CGE model begitu ya, angkanya tidak jauh berbeda sebenarnya,” katanya.
Menurut Rizal, kondisi tersebut menunjukkan dalam jangka pendek, MBG bukan alasan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi. Ia menegaskan, jika pemerintah ingin mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 5 persen atau lebih, diperlukan faktor lain di luar MBG.
Ia menuturkan, dalam model OGIDN, kebijakan dibedakan antara yang berdampak cepat terhadap produk domestik bruto (PDB) dan kebijakan yang manfaatnya baru terasa dalam jangka panjang.
Rizal menekankan, relevansi MBG sangat bergantung pada keberhasilannya meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan kapasitas belajar anak.
“Kalau misalnya MBG itu untuk menjadi program meningkatkan pertumbuhan ekonomi 5 persen begitu ya, tambahan 5 persen atau 5,5 persen, 5,6 persen, sebenarnya MBG bukan solusi untuk menjawab itu,” kata Rizal.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466861/original/006826600_1767856679-1000201080.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376784/original/035978900_1760020950-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_18.01.40__1_.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3215828/original/052789100_1598082876-22_Agustus_2020-3_ok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837497/original/097905500_1716195905-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445028/original/061649700_1765798358-IMG-20251215-WA0014.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468560/original/031395000_1767956777-Direktur_Utama_Perum_Bulog__Ahmad_Rizal_Ramdhani-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433267/original/059203400_1764840760-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5354392/original/068395000_1758248186-063_1134817584.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468655/original/028465300_1767966113-Diskusi_Danantara-4.jpg)