Jakarta – Periode Imlek dan Bulan Puasa berpotensi mendorong kenaikan inflasi, terutama pada komoditas bahan pangan. Perlu adanya penguatan distribusi dan pengawasan agar lonjakan harga pangan bisa terkendali.
“Inflasi terutama bahan pangan diperkirakan cukup tinggi karena tiga faktor utama,” kata Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, kepada www.wmhg.org, Senin (16/2/2026).
BACA JUGA:Wall Street Bervariasi Usai Pengumuman Data Inflasi AS
BACA JUGA:Inflasi Januari 2026 Terkendali, Mendagri Ingatkan Daerah Waspadai Harga Pangan dan Perkuat Logistik
BACA JUGA:Ekonom UI Ungkap Penyebab Aceh hingga Sumatra Barat Alami Deflasi Usai Bencana
BACA JUGA:BPS Catat Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi
Ia menjelaskan, faktor pertama adalah meningkatnya permintaan selama bulan Ramadan. Pada periode ini, konsumsi makanan dan minuman biasanya naik cukup signifikan, meski bersifat sementara.
Faktor kedua berasal dari libur panjang Imlek yang turut mendorong konsumsi masyarakat kelas menengah. Peningkatan tersebut terlihat pada sektor transportasi, perhotelan, serta makanan dan minuman. Menurut Bhima, kondisi ini menunjukkan bahwa stimulus dari pemerintah masih memiliki dampak yang relatif kecil terhadap pengendalian harga.
Sementara faktor ketiga adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berperan dalam mendorong inflasi dari sisi permintaan atau demand pull inflation. Dalam pelaksanaannya, dapur SPPG membeli bahan baku dalam jumlah besar dari distributor utama, sehingga menimbulkan persaingan dengan pedagang pasar dan warung kecil.
“Imbasnya harga ayam, telur, dan beras ikut naik,” ungkap Bhima.
Ia pun mengingatkan perlunya penguatan distribusi dan pengawasan harga agar lonjakan permintaan musiman tidak berujung pada tekanan inflasi yang berkepanjangan.
/2025/12/19/1467958746.jpg)
/2021/11/26/1195231662.jpg)
/2020/10/25/1497612513.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2771675/original/012393800_1554627541-Bendera_Iran__Atta_Kenare_AFP_PHOTO_.jpg)

/2025/06/29/1914523054.jpg)
/2025/10/05/1430246033.jpg)
/2025/12/20/614118427.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489835/original/093910600_1769935832-7.jpg)