Jakarta – Ekonomi global dinilai mampu menghadapi guncangan energi akibat perang Iran lebih baik dari perkiraan. Meski demikian, meningkatnya utang publik, inflasi yang masih bertahan, dan kenaikan imbal hasil obligasi tetap menjadi ancaman serius terhadap perekonomian global.
Ini diungkapkan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva jelang pertemuan dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 di Asheville, North Carolina, Georgieva, pekan depan.
BACA JUGA:IMF Puji Ketahanan Ekonomi Global Atasi Guncangan Energi Iran
BACA JUGA:Bertemu IMF, Purbaya: I’m the Most Unlucky Minister in the World
Melansir laman nationthailand.com, Rabu (26/8/2026), dia mengatakan perekonomian global tengah berada di antara dua tekanan, yakni terganggunya pasokan energi dari kawasan Teluk dan pertumbuhan ekonomi yang didorong investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).
Investasi AI yang sebelumnya terkonsentrasi di Amerika Serikat kini mulai menyebar ke negara-negara lain melalui pembangunan pusat data dan peningkatan produksi perangkat keras terkait AI.
Georgieva mengatakan risiko terhadap prospek ekonomi global kini lebih seimbang dibandingkan April lalu, tetapi masih cenderung mengarah ke sisi negatif.
Di mana, tekanan fiskal terus meningkat, sementara bank sentral kemungkinan harus mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama untuk mengendalikan inflasi.
“Ekonomi global terus mampu bertahan menghadapi tekanan dari tingginya utang, inflasi yang persisten, dan ketegangan perdagangan,” ujar Georgieva.
Dia menambahkan bahwa perekonomian global mampu menghadapi gangguan energi akibat penutupan Selat Hormuz lebih baik daripada yang dikhawatirkan IMF.
Dampak gangguan tersebut berhasil diredam oleh pelepasan cadangan minyak dan gas, peningkatan pasokan energi dari luar kawasan Teluk, penurunan permintaan, bertambahnya kapasitas energi terbarukan, serta kembali digunakannya batu bara di sejumlah negara.

/2025/07/21/1175384252.jpg)
/2025/04/14/956337575.jpg)
/2024/08/18/651146491.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332956/original/021280500_1787725194-1000420696.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998573/original/053700600_1779768852-AP26142839887177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4178553/original/009309300_1664767985-Screenshot_2022-10-03-11-05-23-095_com.google.android.youtube.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4568686/original/024865800_1694173490-Kabut_Asap_Bandara_Syamsudin_Noor_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309009/original/092642800_1785214589-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_43_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302024/original/069793300_1753969621-Gemini_Generated_Image_9sncvd9sncvd9snc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)