Jakarta – Artificial Intelligence (AI) menekan lapangan kerja, terutama bagi lulusan baru atau fresh graduate yang mulai memasuki dunia profesional. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perkembangan AI berpotensi mengubah kebutuhan tenaga kerja secara luas, sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah untuk melindungi pekerja muda.Â
Orang-orang yang pertama-tama perlu dikhawatirkan adalah kaum muda yang memasuki pasar tenaga kerja, ucap Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, dikutip dari CNBC, Rabu (14/10/2026).
BACA JUGA:IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%
BACA JUGA:IMF Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 3,1%, Biaya Energi Jadi Tantangan
Dia menggambarkan dampak AI terhadap pasar kerja sebagai \’tsunami\’ yang bergerak perlahan. Di mana, lulusan baru biasanya memulai karier melalui pekerjaan rutin dan berulang sebelum berkembang ke posisi yang lebih tinggi.
Namun, ketika pekerjaan awal itu mulai berkurang akibat otomatisasi, kesempatan anak muda untuk membangun pengalaman profesional ikut terancam.
Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam, yang turut memimpin Dewan Pekerjaan Bank Dunia, meminta pemerintah menjadikan kebijakan ketenagakerjaan yang pernah diterapkan selama pandemi Covid-19 dan krisis keuangan sebagai strategi jangka panjang.
Ia menilai pemerintah perlu bekerja sama dengan sektor swasta serta memberikan insentif kepada perusahaan agar merekrut lulusan baru. Pasalnya, permintaan terhadap pekerja untuk mengisi posisi awal setelah kelulusan semakin berkurang.
Presiden Bank Dunia Ajay Banga memperkirakan sebanyak 1,2 miliar anak muda akan mencapai usia 18 tahun dalam 15 tahun mendatang. Sektor swasta, yang menyumbang sekitar 75–85% lapangan kerja di berbagai negara, diperkirakan harus menampung sebagian besarnya.
Sementara, IMF memperkirakan sekitar 40% pekerjaan di seluruh dunia akan mengalami perubahan, penurunan kebutuhan tenaga kerja, atau penghapusan akibat AI. Paparan dampaknya diperkirakan mencapai 60% di negara maju dan 23% di negara berpendapatan rendah.
/2024/10/24/1148559830.jpg)
/2026/04/18/1486686292.jpg)
/2023/12/17/1380818961.jpg)
/2025/02/17/71934753.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1642806/original/084888700_1499488253-KTT-G20-Donald-Trump-Vladimir-Putin3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002630/original/007588900_1731407780-22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372680/original/084137500_1791886721-WhatsApp_Image_2026-10-12_at_16.01.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5338950/original/087987100_1756992405-1000075142.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5055071/original/025977100_1734436691-kelly-sikkema-M98NRBuzbpc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373573/original/064229500_1791968436-WhatsApp_Image_2026-10-14_at_2.41.20_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5257351/original/085004000_1750310902-9eb49c57-c1e9-454e-abd6-29831a6727de.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/3086360/original/092379200_1585227859-uang_dollar.jpeg)