Jakarta – Kepala Badan Energi Internasional atau the International Energy Agency (IEA) Fatih Birol mengatakan, ekonomi global menghadapi ancaman yang sangat besar karena perang Iran.
Tidak ada negara yang akan kebal terhadap dampak krisis ini jika terus berlanjut ke arah ini,” ujar Fatih Birol dikutip dari laman AP, Selasa (24/8/2026).
BACA JUGA:Usul IEA Hadapi Gangguan Pasokan Energi Global
BACA JUGA:400 Juta Barel Cadangan Minyak Dilepas, Tapi Mengapa Harga Masih Melonjak?
BACA JUGA:Harga BBM Mulai Naik, Jerman Lakukan Ini untuk Kendalikan Harga
BACA JUGA:IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Minyak, Ini Alasannya
Ia menuturkan, krisis di Timur Tengah telah berdampak lebih buruk pada minyak daripada gabungan dua guncangan minyak pada 1970-an dan berdampak lebih buruk pada gas ketimbang perang Rusia-Ukraina.
Israel melancarkan gelombang serangan baru pada Senin pagi terhadap Teheran. Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Hal itu mendorong Iran untuk mengatakan bahwa mereka akan menanggapi serangan semacam itu dengan serangan terhadap aset energi dan infrastruktur AS dan Israel.
Trump menghadapi tekanan yang semakin besar di dalam negeri untuk mengamankan selat tersebut karena harga minyak melonjak.
Salah satu kekhawatiran utama adalah perang dapat melumpuhkan produksi minyak dan gas di Timur Tengah untuk waktu yang lama, yang berarti harga tinggi dapat berlangsung cukup lama dan menyebabkan inflasi meroket di seluruh dunia. Pasar saham AS memiliki sejarah pulih relatif cepat dari konflik masa lalu di Timur Tengah dan tempat lain, selama harga minyak tidak terlalu tinggi untuk waktu yang terlalu lama.
/2025/08/03/1834853401.jpg)
/2026/01/04/2120249703.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2025/06/25/1464900289.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537913/original/074911900_1774493188-tercabaikan_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537992/original/031274300_1774497679-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_08.46.29.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537790/original/021655300_1774442876-1000271979.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337092/original/034280800_1609328701-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3276076/original/040207400_1603438032-top-view-frame-with-gavel-sounding-block.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397951/original/070618500_1761822669-1.jpg)